Press "Enter" to skip to content

Apa Kabar Motor Dinas Untuk Imam dan BPD Se-Kepahiang? Tak Disangka Begini Jawabannya

Laporan : Hendra Afriyanto

Reses Anggota DPRD Kepahiang dari daerah pemilihan (Dapil) I di Kantor Kecamatan Merigi. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Kepala Desa Lubuk Penyamun Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu Heryadi, mempertanyakan kabar motor dinas (tornas) yang diperuntukan bagi para imam masjid dan anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa) se-Kabupaten Kepahiang. Sebagaimana motor dinas ini dulunya pernah dijanjikan Pemkab Kepahiang.

“Apa kabar motor dinas yang dulu pernah dijanjikan kepada masyarakat? Sudah 1 tahun lebih tak kunjung ada kabar?, tanya Heryadi pada Reses Anggota DPRD Kabupaten Kepahiang dari Daerah Pemilihan (Dapil) I yang digelar di Kantor Kecamatan Merigi, Kamis (6/4/2017).

Di forum reses, Heriyadi mengaku harus mempertanyakan perihal tersebut lantaran dirinya juga sudah terlanjur memberitahu pada warganya di forum desanya. Sehingga kades pun mengaku bosan karena selalu ditanyai warganya.

“Saya sudah kehabisan alasan menjawab pertanyaan warga saya soal motor dinas itu. Makanya pada kesempatan (reses) ini, saya harus menanyakan kepada para wakil rakyat kami. Mohon jawaban dan penjelasannya dari anggota DPRD”, papar Heriyadi.

Pertanyaan Kades Lubuk Penyamun itu dijawab Anggota DPRD Kepahiang Edwar Samsi. Ia menjawab, persoalan motor dinas untuk para imam dan Ketua BPD se-Kepahiang itu sudah dianggarkan di APBD Kepahiang Tahun 2015 sebesar Rp 3.627.000.000. Itu artinya, seharusnya ratusan motor dinas itu direalisasikan tahun 2016 lalu.

“Saat bupati (Hidayatullah Sjahid) kampanye dulu juga sepakat (soal pengadaan motor dinas) akan mengutamakan motor imam dan BPD. Tapi kenyataannya belum direalisasikan. Malah bupati yang beli mobil dinas”, terang Edwar Samsi yang membuat forum sempat tercengang sesaat, lalu seketika warga reflek bertepuktangan.

Perihal motor dinas ini ditimpali Haryanto, Anggota DPRD Kepahiang yang juga reses bersama Edwar Samsi dan Saparudin. Haryanto menjelaskan, ia teringat dengan salah satu sikap bupati pada saat kampanye dahulu yang menyatakan akan menjadi kepala daerah yang (bersikap) sederhana. Namun, dengan adanya mobil dinas baru seharga miliaran rupiah, itu pertanda jauh dari sikap sederhana. Haryanto juga mengatakan, jika pembelian mobil dinas itu indikasinya menggunakan anggaran motor dinas sebagai penambahannya.

“Saya pertegas lagi. Jika memang benar bupati bisa membeli mobil dinas seharga miliaran rupiah tersebut menggunakan anggaran motor dinas, wajar saja kalau motor dinasnya tidak ada. Padahal, sewaktu kampanye katanya mau jadi bupati sederhana”, demikian Haryanto.

Comments

comments

Facebooktwittermail

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *