Baru Selesai Dipugar, Puskesmas Cugung Lalang Ujan Mas Kepahiang Didatangi Jaksa

0
27
Kasi Pidsus Kejari Kepahiang, Arif Wirawan, ketika di Puskesmas Cugung Lalang Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

Laporan : Hendra Afriyanto

Kasi Pidsus Kejari Kepahiang, Arif Wirawan, ketika di Puskesmas Cugung Lalang Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang Arif Wirawan, Senin (13/3/2017) mendatangi Puskesmas Cugung Lalang yang berada di Desa Cugung Lalang Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Kedatangan itu terkait indikasi penghapusan aset bangunan puskesmas yang dipugar tanpa mengikuti prosedur.

“Kedatangan kami ke (puskesmas) sini untuk melihat kondisi puskesmas yang kami ketahui dari Pansus Aset II DPRD Kepahiang ada indikasi penghapusan aset tanpa prosedur”, aku Arif kepada RedAksiBengkulu.co.id.

Puskesmas yang dipugar menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan total anggaran sekitar Rp 1,2 miliar tersebut, sambung Arif, yang mana bangunan itu habis masa kontraknya 26 Desember 2016 lalu, namun hingga kini belum diresmikan. Dan saat ini malah bangunan itu sedang dalam tahap pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Kami akan panggil pihak terkait (Dinas Kesehatan) dalam waktu dekat ini. Dari pantauan kami memang ada bangunan (lama) yang dihilangkan tapi tidak seluruhnya”, papar Arif.

Edwar Samsi, Anggota Pansus Aset II DPRD Kepahiang (kanan). (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

Sementara itu, Anggota Pansus Aset II DPRD Kepahiang Edwar Samsi menjelaskan, pokok permasalahan yang dibahas ada pada pembongkaran bangunan lama puskesmas. Karena sebelumnya pernah ada yang mempertanyakan  prosedur dibongkarnya bangunan tersebut seperti apa? Karena bangunan lama puskesmas itu merupakan bagian dari aset daerah Kepahiang.

Dan jika dibongkar, lanjut Edwar, itu termasuk bagian dari penghapusan aset yang mesti ada prosedur-prosedur yang harus dilalui. Untuk itu kami meminta Dinas Kesehatan Kepahiang untuk menjelaskan prosedur (pembongkaran bangunan aset) tersebut.

“Kami cuma minta kejelasan terkait prosedur pembongkaran bangunan puskesmas yang lama yang dipugar. Serta mempertanyakan kelayakan puskesmas lama yang dipugar”, terang Edwar.

Disinggung mengenai adanya informasi bahwa ada anggota Banggar DPRD Kepahiang yang diduga menyetujui pembangunan Puskesmas Cugung Lalang, sementara Edwar Samsi sendiri juga bagian dari anggota Banggar DPRD Kepahiang, ia menjelaskan, bahwa pada saat penganggaran pada 2015 silam pernah menyanggah penganggaran pembangunan puskesmas tersebut.

Namun Kepala Dinas Kesehatan Kepahiang ketika itu, Asli Samin menjelaskan pada DPRD Kepahiang, bahwa perihal juklak dan juknis dari pemerintah pusat sudah clear. Atas dasar itulah, pihak Banggar DPRD Kepahiang tidak dapat menolak hingga akhirnya Banggar DPRD Kepahiang pun hanya meminta untuk mencari solusinya dari Dinas Kesehatan Kepahiang.

“Pada penganggaran bersama Pak Asli Samin saat itu, kami mempertanyakan perihal prosedur pembongkaran aset (bangunan lama puskesmas) itu. Tapi jawaban dia sudah ada petunjuk dari pusat. Makanya kami tak bisa menolak dan meminta untuk mencari solusi”, demikian Edwar.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here