Bayi Hydrocephalus Rabu Ini Mulai Dioperasi, Tapi Ayahnya Malah Pulang ke Argamakmur. Kenapa?

0
38
Riki Febrian, putra wartawan senior Johan Kardinat yang mengidap Hydrocephalus. (Foto : ist)
Bayi Hydrocephalus, Riki Febrian, akan menjalani operasi bedah syaraf, Rabu ini. (Foto : Facebook)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Riki Febrian, bayi berusia sekitar 5 bulan yang mengidap penyakit Hydrocephalus, dijadwalkan Rabu (21/6/2017) besok akan menjalani operasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Menteng Jakarta Pusat.

Ayah bayi, Johan Kardinat yang juga merupakan wartawan media online lokal di Bengkulu ketika dikomfirmasi membenarkan jika anak kesayangannya itu akan dioperasi besok.

“Setelah 40 hari dilalui di rumah sakit, Insyaallaah besok dioperasi. Selama 40 hari itu pula anak kami sudah melalui tes pra operasi. Yang akan mengoperasi yaitu dokter spesialis bedah syaraf dr. Komara,” kata Johan alias Jhon.

Proses medis yang dilalui Riki selama ini yakni mulai dari tes darah, poli umum anak, THT, anastesi, tes mata, tes urine dan tes transfusi. Setelah proses itu dilalui barulah Riki direkomendasi oleh dokter spesialis bedah syaraf untuk dijadwalkan operasi.

Kepada RedAksiBengkulu.co.id, Johan menuturkan, mengingat anaknya akan dioperasi, Jhon terpaksa harus pulang ke Argamakmur terlebih dahulu. Kepulangannya itu bukan tanpa alasan. Jhon pulang untuk mencari pinjaman uang. Meski diakuinya jika sebelumnya kondisi finansial mereka dalam mendampingi anaknya berobat di Jakarta dinilai cukup dari bantuan para dermawan, namun lama kelamaan semakin menipis. Bahkan kini pun ia hanya mengantongi uang sekitar Rp 700 ribuan.

Sementara anaknya baru akan dioperasi besok dan dipastikan masih akan memakan waktu lama berada di Jakarta. Namun Jhon mengaku tidak begitu menggubris  soal finansial karena yang ia harapkan saat ini adalah kesembuhan anaknya.

Disinggung apakah sudah ada perhatian atau bantuan dari Pemkab Bengkulu Utara, Jhon tidak menjawabnya. Namun ia optimis jika situasi ini akan berlalu. Jhon pun tidak ingin berburuk sangka kepada siapa pun termasuk Pemkab Bengkulu Utara.

“Jujur, saya tidak mau su’udzon dengan siapa pun termasuk kepala daerah Bengkulu Utara.  Karena saya juga sadar diri, mereka pejabat daerah yang mungkin masih sibuk dan hanya belum sempat melihat kami. Tapi saya yakin, mereka orang baik dan perhatian sama kami”, tutur Jhon.

Hanya saja Jhon mengaku kecewa dengan pernyataan yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Utara dan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Kedua instansi tersebut sebelumnya menyatakan kepada Jhon akan membantu mengkoordinasikan dengan pihak RSCM Jakarta. Namun kenyataannya Jhon sendiri yang menyelesaikannya di RSCM.

“Soal itu, ya sudahlah. Toh, itu juga sudah selesai saya urus. Saya juga berterima kasih sama mereka (Dinkes)”, demikian Jhon.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Firdaus
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here