Lagi, 4 Kades Di Bengkulu Selatan Diperiksa Penyidik Kejati Bengkulu

Laporan : Calon Jurnalis 3

Para kades di Bengkulu Selatan yang diperiksa di Kajati Bengkulu. (Foto : Dokumentasi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Setelah sebelumnya Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu memeriksa 6 kepala desa (kades), guna pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket), kali ini penyidik kembali memanggil 4 kades. Ini terkait perkara dugaan pungutan liar (pungli) pada Program Nasional (Prona) Sertifikat gratis di 25 desa di Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu Tahun 2015 – 2016.

Berita Terkait : Diduga Pungli Prona, Kades di Bengkulu Selatan Diperiksa Penyidik Kejati Bengkulu

Keempat kades yang diperiksa Selasa (21/3/2017) ini yaitu, Kades Padang Niu, Rapii Djuanis, Kades Tanjung Tebat Tubrin Haryadi, Kades Talang Indah Suljuri dan Kades Padang Panjang Iskandar.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Sendjun Manulang mengungkapkan, terkait kasus tersebut pihaknya sampai kini masih melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan.

“Kami sudah membentuk tim di Kejati Bengkulu dan Kejari Bengkulu Selatan untuk mengambil keterangan dari (para) kades. Sejauh ini, tim penyidik masih tahap pulbaket”, terang Sendjun pada RedAksiBengkulu.co.id, di kantornya.

Disinggung terkait pernyataan warga tentang pungutan biaya oleh para kades, Sendjun menjawab, bahwa dari keterangan sementara beberapa kades jika biaya yang dimaksudkan itu sifatnya sukarela.

“(Biaya) itu untuk pengurusan administrasi dan keperluan pengukuran tanah yang tidak ditanggung dalam anggaran Prona”, sambungnya.

Sementara para kades di periksa penyidik, Front Pembela Rakyat (FPR) juga berada di Kejati Bengkulu. Organisasi masyarakat (ormas) itu terlihat terus stand by guna mengawasi dan pengawalan perkara ini.

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *