Apa Pendapat Karyawan Unras dengan Kepemimpinan Imron Rosyadi ? 

Kampus Universitas Ratu Samban. (Foto : Firdaus/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Salah seorang karyawan Universitas Ratu Samban (Unras) yang sudah cukup lama mengabdi di kampus beralamat di Jalan Jenderal Sudirman No. 87 Argamakmur, Mori Abe menyampaikan, selaku bagian dari internal Unras, namun polemik yang terjadi di tataran yayasan, ia mengaku tidak mau ambil pusing. Ia juga mengungkapkan tidak mau terlibat dan terjebak dalam situasi belakangan terakhir di kampus tersebut.

“Saya tidak mau ikut-ikutan atas apa yang terjadi selama ini di Unras maupun di tataran yayasan. Yang pasti, siapapun rektornya, kami akan mendukung demi kemajuan Unras,” aku Mori.

Lain halnya dengan pengakuan karyawan Unras yang satu ini. Sumber yang mohon identitasnya disamarkan mengingat ia sendiri masih ingin bekerja di Unras mengaku, bahwa ia sangat bertentangan dengan kepemimpinan Imron Rosyadi.

Kepada RedAksiBengkulu.co.id sumber ini menuturkan, sebenarnya secara pribadi ia tidak mempermasalahkan siapa pemimpin Unras selagi tunggakan gaji yang sudah 7 bulan itu diselesaikan.

Menurutnya, Rektor Imron sampai saat ini belum bisa memastikan kapan tunggakan gaji mereka akan dibayarkan? Sedang menurut pihak Yayasan Ratu Samban Argamakmur (YRSA) yang notabene Rektornya Sugeng Suharto sudah berani menjanjikan segera menyelesaikan tunggakan gaji karyawan yang tertunggak.

“Kami tidak muluk-muluk. Siapapun rektornya asalkan bisa cepat bayar gaji kami yang tertunggak, kami terima. Kalau dari Pak Sugeng sudah menyatakan siap membayar gaji kami. Tapi Pak Imron, kami masih disuruh sabar. Otomatis kami pilih yang riil saja. Karena kami punya kebutuhan hidup juga”, demikian akunya.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Firdaus
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *