Komputer Cuma 20 Unit, Calon Peserta UNBK 70-an. Begini Cara MAN Argamakmur Mengatasinya. Tapi Upaya Kedepannya Ternyata ….

0
51
Ilustrasi UNBK. (Foto : Net)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bukan hanya diterapkan di sekolah umum (SMA) dan kejuruan (SMK), namun juga di sekolah madrasah (MA). Di Bengkulu Utara, MAN Argamakmur tahun 2018 ini akan menerapkan UNBK.

“Siswa-siswi sekarang sepertinya sudah tidak asing lagi dengan internet alias sudah melek internet. Maka dari itu, tahun ini, sekolah kami akan menerapkan UNBK. Ini juga supaya siswa-siswi terbiasa dalam menghadapi UNBK mendatang,” kata Kepala MAN Argamakmur, Mulyanto.

Ditambahkannya, meski akan menerapkan UNBK tahun ini, namun madrasah ini belum 100 % siap dalam hal sarana dan prasarananya. Unit komputer yang tesedia baru 20 unit. Sementara siswa yang akan mengikuti UNBK tahun ini mencapai 73 orang. Itu artinya masih sangat banyak kekurangan unit komputer sebagai sarana wajib untuk pelaksanaan UNBK.

Namun hal ini menurut Mulyanto tidak menjadi penghalang untuk menyukseskan UNBK tahun ini. Kepala sekolah beserta guru dan staf sudah mencarikan solusinya. Mereka bersepakat  akan meminjamkan masing-masing laptop miliknya untuk siswa-siswi peserta UNBK kelak.

” Kalau menunggu fasilitas lengkap dulu, akan ketinggalan sekolah kita melaksanakan UNBK. Sedangkan UNBK merupakan instruksi Menteri Pendidikan yang wajib dilaksanakan. Maka dari itu, kami menyiasatinya dengan meminjamkan laptop guru-guru demi suksesi UNBK”, terangnya.

Kedepan, lanjut Mulyanto, pihaknya akan melengkapi fasilitas komputer secara bertahap. Namun ketika ditanya langkah apa yang akan dilakukan pihak madrasah dalam hal melengkapi fasilitas tersebut ? Mulyanto mengatakan, akan melakukan pungutan terhadap wali murid. Disinggung apakah tidak bertentangan dengan larangan pungutan komite sekolah, sesuai dengan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, Mulyanto menjawab, bahwa apa yang akan dilakukan pihaknya sudah direstui dan dilegalkan Direktorat Jendral Pendidikan melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu.

Lanjutnya, pihaknya sudah menerima Surat Edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu, yang ditandatangani Kepala Dinas Ade Erlangga. Yang mana surat tersebut berisi memperbolehkan sekolah melakukan pungutan kepada wali murid, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.

“Tapi ini masih akan dibahas dulu dengan atasan kami serta kepada para orangtua/wali siswa. Mengingat masih simpang siurnya larangan pungutan sekolah kepada orangtua/wali siswa”, demikian Mulyanto.

 

 

Laporan : Firdaus

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.