Pasca Penetapan Tersangka Kasus Korupsi di Disporapar BU, Kejari Argamakmur : Bisa Jadi…  

0
260
Foto Ilustrasi

Laporan : Firdaus

Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Arga Makmur. (Foto : Firdaus/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Mantan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Bengkulu Utara (BU), NT, disebut-sebut oleh tersangka lainnya pada kasus dugaan korupsi di instansi tersebut, telah menerima aliran dana mark up dari beberapa item kegiatan. Para tersangka tersebut adalah tiga pejabat dari instansi setempat yang juga sebagai PPTK yakni, TJ, PW dan Ss sebagai PPHP (Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan). Sedangkan satu tersangka lainnya yaitu mantan Ketua Umum KONI Bengkulu Utara, EZ.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Argamakmur Fatkhuri melalui Kasi Intel, Mariono, dan Kasi Pidsus, Dodi Junaidi, membenarkan hal itu. Hanya saja pihaknya masih terus mengusut perkara itu lebih lanjut.

“Tidak menutup kemungkinan, bisa jadi NT menerima aliran dana seperti yang disangkakan tersangka lainnya. Karena itu masih kami dalami dulu dugaan-dugaan tersebut. Bisa jadi ada tersangka baru dan juga aliran dana yang dimaksudkan akan diketahui kemana arahnya”, ungkap Mariono.

Kelima tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3 junto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP. Sedangkan khusus satu tersangka berinisial EZ, dijerat Pasal 9.

“Kelima tersangka ada kuasa hukumnya. Kami juga masih terus melakukan pengembangan atas perkara ini”, ujarnya lagi.

Di sisi lain, dari hasil audit BPKP Provinsi Bengkulu yang diketahui bahwa kerugian negara pada perkara ini mencapai Rp 200-an juta, disebut-sebut bahwa NT diduga telah menerima uang itu hampir separuh dari total kerugian negara. Sedang dari penetapan 5 tersangka oleh Penyidik Kejari Argamakmur itu, hanya 4 orang yang dilakukan penahanan dan mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Argamakmur.

“Tersangka Ss tidak ditahan karena alasan kemanusiaan. Ss sedang dalam kondisi menyusui bayinya yang masih berumur 10 bulan,” sambungnya.

Diketahui, item kegiatan pada perkara itu adalah, Program Pembinaan dan Permasyarakatan Olahraga Tahun 2015 yakni, Pembinaan Cabang Olahraga Prestasi Tingkat Daerah dengan pagu anggaran lebih dari Rp 500 juta. Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga dengan pagu anggaran lebih kurang Rp 400-an juta.

Lalu kegiatan Analisa Pasar untuk Promosi dan Pemasaran Pariwisata Bengkulu Utara pagu anggarannya sekitar Rp 90-an juta. Sedang Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan, dalam kegiatan Pelatihan dan Pelaksanaan Paskibraka dengan pagu anggaran Rp 350-an juta.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.