Polemik Yayasan dan Universitas Ratu Samban
Rektor Unras Imron Rosyadi Hadiri Undangan Pertemuan Rektor Se-Indonesia

Rektor Unras, Imron Rosyadi. (Foto : Firdaus/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Selasa, 26 September 2017 lalu ternyata Rektor Universitas Ratu Samban (Unras) Argamakmur Dr Ir HM Imron Rosyadi MM M.Si versi Yayasan Ratu Samban Bengkulu Utara (YRSBU) menghadiri undangan resmi pertemuan seluruh Rektor se-Indonesia dari Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), di Bali.

Terkait pertemuan tersebut, kata Imron Rosyadi ketika dikonfirmasi, ia pun tak pernah menyangka sebelumnya. Bahkan Menristekdikti yang mengundang dirinya untuk hadir di acara tersebut. Meski disadari Imron, polemik dualiesme yayasan masih belum menemukan titik terang, pihak Kemenristekdikti justru yang mengundang dan mengharap kehadiran Imron.

“Dari kegiatan ini, maksudnya atas kebijakan yang diambil oleh pihak Kemenristekdikti, cukup memberitahukan bahwa rektor yang diakui yakni rektor versi YRSBU”, kata Imron.

Ditanya apakah Rektor Sugeng Suharto, rektor versi Yayasan Ratu Samban Argamakmur (YRSA) juga diundang pada pertemuan tersebut, Imron menjawab tidak tahu. Hanya saja kata Imron, selama mengikuti kegiatan di Bali, ia tidak terlihat Sugeng Suharto.

“Jangan tanya saya apakah rektor dari YRSA diundang atau tidak? Yang saya tahu, ada undangan untuk Rektor Unras dan itu atas nama saya, untuk hadir pada pertemuan itu”, jelasnya.

Hanya saja, hingga berita ini dirilis, Sugeng Suharto selaku Rektor Unras versi YRSA ketika dikomfirmasi belum ada tanggapan. Baik melalui telpon maupun pesan singkat yang sudah dikirimkan kepadanya.

Dilansir lensaindonesia.com, pertemuan rektor atau pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia di Bali Nusa Dua Convention Centre, Nusa Dua, Bali, selama dua hari itu mengambil tema “Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme”. Pertemuan akbar tersebut dibuka Menristekdikti dan ditutup oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Pertemuan itu digagas 155 rektor atau pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Sedangkan jumlah peserta, panitia mengundang 4.537 rektor/ketua/direktur pimpinan perguruan tinggi dari 34 provinsi di Indonesia. Agendanya membicarakan langkah-langkah perguruan tinggi dalam mencegah upaya-upaya yang ingin mengganti Pancasila.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Firdaus
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *