Soal Seleksi Tenaga Kontrak, Asisten III Setdakab Bengkulu Utara Mengaku ….

Laporan : Firdaus

Asisten III Setdakab Bengkulu Utara, Ramadanus (Foto : Dok/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Asisten III Setdakab Bengkulu Utara, Ramadanus, yang notabene sebagai penanggungjawab penyeleksi Tenaga Kontrak (TK) di Setdakab Bengkulu Utara, ketika dikonfirmasi adanya indikasi titipan dari beberapa oknum pejabat, tidak membantahnya. Bahkan ia mengaku, saat ini ia sering dihubungi beberapa pejabat terkait titipan tenaga kontrak tersebut.

“Tapi maaf tidak perlu saya sebutkan orangnya (pejabat) yang menanyakan perihal seleksi. Mereka minta titipannya agar tidak digugurkan”, aku Ramadanus.

Hanya saja, sambung Danus, perihal seleksi Tenaga Kontrak ini, ia tidak akan tebang pilih. Maksudnya, ia hanya menjalankan instruksi/tugas dari Bupati Bengkulu Utara, Mian dalam menyeleksi. Tenaga Kontrak yang benar-benar berkompeten dan ingin bekerja, tidak ada salahnya lulus. Dan itu terlepas dari titipan siapa pun.

“Saya cuma menjalankan amanah dari atasan (bupati). Walau saya sering ditelpon, tapi saya tidak terlalu menggubris dan menanggapi hal itu. Jadi saya tidak perlu menuruti siapa yang menghubungi. Saya tetap pada pendirian akan meluluskan tenaga kontrak yang memang berkompeten dan mau bekerja,” ujar Danus lagi.

 

 

Berita Terkait :

Disebut-sebut Banyak Titipan Pejabat, Tenaga Kontrak Dievaluasi

 

Senin (20/2/2017), seleksi Tenaga Kontrak memasuki tahap interview. Tahapan ini akan berlangsung hingga 27 Februari mendatang. Ketika disinggung kenapa peserta yang mengikuti interview hanya mereka yang dihubungi via telpon oleh panitia alias tidak diumumkan secara tertulis? Danus menjawab, itu hanya teknis.

Dijelaskannya, panitia bisa saja menerapkan pengumuman tertulis tentang peserta yang lolos ke tahap interview. Namun, karena tahapan interview ini butuh waktu dan pesertanya harus dilakukan perseorangan, dikhawatirkan akan memakan waktu dan melebihi dari jadwal yang sudah ditetapkan. Untuk itu panitia lebih memilih peserta dihubungi via telepon demi efisiensi waktu.

“Kami akan mensurvei ke setiap pimpinan ruangan yang ada di kantor Setdakab mengenai kebutuhan Tenaga Kontrak yang diinginkan. Persoalan kenapa kami menghubungi peserta via ponsel itu cuma masalah teknis, biar lebih simpel”, tutup Danus.

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *