Sugeng Suharto : YRSBU Itu Tidak Ada Hak Kelola Unras

Kampus Universitas Ratu Samban. (Foto : Firdaus/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Mantan Rektor Universitas Ratu Samban (Unras) Argamakmur versi Yayasan Ratu Samban Bengkulu Utara (YRSBU / Tajul Ahyar), sedang versi Yayasan Ratu Samban Argamakmur (YRSA / Syafrianto Daud) masih dianggap rektor aktif, Sugeng Suharto mengklaim, bahwa pengunduran dirinya kepada YRSBU dianggap tidak sah. Karena YRSBU bukan yayasan yang berhak mengelola Unras.

“Sewaktu saya menjadi rektor aktif, saya diminta mundur secara paksa oleh pihak YRSBU karena saya dianggap mereka membangkang”, aku Sugeng. 

Oleh Sugeng, hal itu tidak diindahkannya. Karena menurut dia, kelima Dewan Pendiri (kini Dewan Pembina) YRSBU sebenarnya tidak setuju ia mundur dari Unras karena berdasarkan penjelasan yang didapatnya dari Dewan Pembina, bahwa YRSBU tidak berhak memaksa ia mundur. Dan yang berhak sebagai penyelenggara Unras itu YRSA, yang mengacu pada Akta Notaris Raga Purba tahun 2004.

“Yayasan yang berdasarkan Akta Notaris Arnaidi Nomor 20 Tahun 2013 itu secara hukum, sah. Tapi sayang, yayasan itu bukanlah pengelola Unras. Untuk itu, saya bersikeras belum pernah menyatakan mundur sebagai rektor”, tukas Sugeng.

Dilanjutkannya, ketika ia menyatakan mundur sebagai rektor kepada YRSBU, karena pada waktu itu ada tekanan supaya dia memecat 40 karyawan. Alasan yayasan guna mengefisiensikan anggaran operasional mengingat selama setahun belakangan itu Unras tidak dibantu anggaran Pemkab Bengkulu Utara.

“Saya ini rektor yang punya tanggungjawab terhadap akademik. Pasca mundur dari YRSBU, saya ditawari lagi menjadi rektor oleh YRSA, tapi belum saya terima. Saya katakan (ke pengurus YRSA), saya bersedia menerima tawaran itu kalau YRSA sudah legal. Dan sekarang, yang benar-benar legal dan sah mengelola Unras itu YRSA”, sambungnya.

Disinggung bahwa selama menjabat rektor waktu itu, ia disebut-sebut ada dugaan melakukan penyimpangan keuangan Unras, Sugeng pun mengakuinya. Bahkan Sugeng menyatakan, bahwa setahun lalu, ia pernah membawa SPj (Surat Pertanggungjawaban) yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Iya saya pernah membawa SPj yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Itu hal biasa. Karena ini bukan ranahnya politik. Jadi tolong jangan dipolitisirlah. Melawan saya itu tidak ada gunanya. Karena saya tidak ada apa-apanya”, lanjutnya lagi.

Namun Sugeng mengaku siap diperiksa oleh tim audit yang akan didatangkan oleh pihak YRSBU guna mengaudit semua laporan keuangan selama ia menjadi rektor. Bila perlu, sambung Sugeng, audit sejak 2 – 3 tahun lalu.

” Selama setahun belakangan, yayasan tidak pernah bisa mencari dana dan memberikan uang ke Unras. Tapi saya sebagai rektor, justru berhasil melobi dan sudah saya dapatkan 200 juta. Itu yang dikejar oleh pihak YRSBU soal SPj, ya menurut saya silakan tanya Pemda dong. Toh, SPj Unras lancar ke Pemda”, papar Sugeng.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Firdaus
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *