Dewan Pendiri : Demi Unras, Yayasan Baru YRSA Itu Dibentuk Memang Atas Permintaan …..

Pertemuan yang digelar Yayasan Ratu Samban Argamakmur yang diketuai Syafrianto Daud di Aula Unras, Sabtu (22/7/2017) sekitar pukul 10.00 WIB. (Foto : Firdaus/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Salah seorang Dewan Pendiri Universitas Ratu Samban (Unras) Argamakmur Iskandar Kasim menegaskan, bahwa terbentuknya Yayasan Ratu Samban Argamakmur (YRSA), indikasinya perintah dari Bupati Bengkulu Utara Mi’an. Pasalnya, di yayasan yang lama atau Yayasan Ratu Samban Bengkulu Utara ia menjadi pembina namun tidak diinginkan oleh kepala daerah saat ini.

“Yayasan Ratu Samban Argamakmur ini didirikan atas perintah dan keinginan bupati. Karena bantuan pemerintah saat ini tidak akan dikucurkan ke yayasan yang lama. Makanya saya keluar dan menyetujui terbentuknya yayasan yang baru ini dengan mengacu pada Akta Notaris Raga Purba, Tahun 2004,” ungkapnya pada pertemuan yang digelar Yayasan Ratu Samban Argamakmur yang diketuai Syafrianto Daud di Aula Unras, Sabtu (22/7/2017) sekitar pukul 10.00 WIB.

Iskandar yang merupakan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini menegaskan bukan tanpa alasan. Iskandar juga mengungkapkan, bahwa Unras tidak akan bisa berjalan tanpa bantuan dari Pemkab Bengkulu Utara. Sehingga, apapun keinginan bupati untuk membuat yayasan baru yang menaungi penyelenggaraan Unras ini, pihaknya bersama dengan pendiri lainnya yakni H. Jazuri Jamal dan Hj Mardiana, siap melakukannya.

“Demi Unras supaya terus hidup dan terus berjalan. Karena jika tidak dibantu Pemda, Unras ini dipastikan akan tutup. Contohnya sudah terlihat sekarang. Maka itu, kami bersama 3 dewan pendiri lainnya, menyiasati agar Unras tidak tutup serta mendapatkan kucuran bantuan pemda, kami pun sepakat untuk keluar dari yayasan lama dan menyetujui pembentukan yayasan baru (YRSA)”, paparnya.

Namun, sambung Iskandar, pihaknya prihatin melihat kondisi Unras saat ini yang memang diakuinya sangat bergantung pada Pemkab Bengkulu Utara. Ia juga mengatakan, jika Unras masih bernaung di bawah yayasan lama, dipastikan tidak akan mendapat bantuan Pemkab Bengkulu Utara.

 

Baca Juga :
Apa Yang Sebenarnya Terjadi di Universitas Ratu Samban Argamakmur Bengkulu Utara ?

 

Sebagai Dewan Pendiri Unras, tentu Iskandar tidak ingin Unras tutup. Karena masyarakat sangat membutuhkan universitas di Bengkulu Utara ini untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) nya.

“Apapun itu, saya tidak pernah dilibatkan di kepengurusan yayasan lama (Yayasan Ratu Samban Bengkulu Utara). Yayasan lama membuat Unras jadi terpuruk. Saya akan terus berupaya agar Unras yang didirikan bersama-sama untuk masyarakat di Bengkulu Utara ini tidak tutup,” demikian Iskandar.

Di sisi lain, pertemuan yang digelar Yayasan Ratu Samban Argamakmur itu dikawal ketat dari aparat Polres Bengkulu Utara. Mantan Rektor Unras (versi Yayasan Ratu Samban Bengkulu Utara namun masih Rektor sah versi Yayasan Ratu Samban Argamakmur) Sugeng Suharto  tampak hadir dalam pertemuan tersebut. Sugeng dikawal ketat oleh dua polisi dengan peralatan lengkap.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Firdaus
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *