Diajak Bisnis Yang Untungnya Menggiurkan, Wabup RL : Saya Tidak Pernah Mau. Bisnis Apa Itu?

Ilustrasi salah satu lahan Galian C pertambangan pasir yang ada di Curup. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, REJANG LEBONG – Wakil Bupati Rejang Lebong Iqbal Bastari mengungkapkan, ia pernah diajak berbisnis oleh seseorang, yang untungnya sangat menggiurkan. Namun ajakan bisnisnya itu ditolaknya mentah-mentah. Apakah bisnis itu? Iqbal menjelaskan, bisnis yang dimaksud adalah bisnis pertambangan batu pasir atau Galian C alias Kuari.

“Saya tolak ajakan bisnis itu. Karena bagi saya, kegiatan itu merusak lingkungan bahkan merusak alam. Saya khawatir azab dari Allaah”, kata Iqbal dalam sambutannya di Balai Desa Pal VIII Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR) Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu pada kegiatan Pengukuhan Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KP2L) Maju Bersama, Sabtu (12/8/2017).

Karena dalam Firman Al-qur’an Surah Al-A’rāf (7) : 56 ِdijelaskan, ‘Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik’.

Iqbal menambahkan, bahwa masing-masing dari manusia itu harus memiliki Personal Responsibility. Maksudnya, sambung Iqbal, setiap  orang memiliki tanggungjawab individu terhadap apapun, termasuk dalam konteks sosial masyarakat dan lingkungan. Kemudian, katanya lagi, setiap orang harus ada Cultural Responsibility atau tanggungjawab budaya.

“Kita sebagai manusia itu juga harus ada tanggung jawab budaya. Contohnya, budaya melestarikan alam . Budaya hidup bersih, budaya hidup sehat dan displin dan masih banyak lagi. Asal jangan budaya yang tidak baik dan menyesatkan, itu yang jangan dibudayakan”, demikian Iqbal. 

Ayat Allaah yang menjelaskan tentang kewajiban manusia melestarikan alam dan lingkungan juga tertuang dalam Surat Al-Qasas (28) : 77 ‘Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allaah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan’.

Dalam Surah Asy-Syu’ara (26) :  151-152 juga dijelaskan ‘Dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan’.

 

Baca Juga :

Wakil Bupati Rejang Lebong Kukuhkan Kelompok Ibu-Ibu ‘Penyelamat Bumi’

 

Sementara itu, informasi terangkum, harga pasir di Curup dan sekitarnya, Rp 70.000 per kubik. Pada umumnya pasaran beli pasir di Curup dan sekitarnya menggunakan 1 truk Engkel dengan muatan maksimal 3 kubik. Itu artinya, harga pasaran pasir per satu trip truk Engkel,  Rp 210.000 (sampai di tempat). Itu sudah termasuk pajak, upah muat dan BBM (Bahan Bakar Minyak truk). Sedang harga jualnya berkisar Rp 280.000 – 300.000. Itu artinya ada keuntungan sekitar Rp 100.000 – 120.000 per trip atau sekali angkut. Jika sehari lebih dari 1 trip, tinggal dikalikan saja keuntungan Rp 100.000 dikali berapa trip, itulah penghasilan sehari pemilik kuari.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *