Ini Jawaban Pemkab Bengkulu Utara Kenapa Beasiswa Mahasiswa Unras Dihentikan

Rapat Pemkab BU dengan Kepengurusan Yayasan Ratu Samban Argamakmur. yang diselenggarakan di ruang Pola Setdakab Bengkulu Utara. (Foto : Firdaus/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Sebelumnya diketahui bahwa sejak 2016, sekitar 200 mahasiswa Universitas Ratu Samban (Unras) Argamakmur Kabupaten Bengkulu Utara, tidak menerima beasiswa yang bersumber dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara (BU). (Baca : Sekitar 200 Mahasiswa Unras Terancam Berhenti Kuliah. Pemicunya Diduga Karena Ini …..)

Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara (BU), Selasa (4/7/2017), menggelar rapat guna membahas permasalahan yang terjadi di Unras. Bukan hanya persoalan beasiswa namun juga persoalan dualisme kepengurusan Yayasan Ratu Samban. Yakni kepengurusan versi Syafrianto Daud dengan nama Yayasa Ratu Samban Argamakmur dan kepengurusan versi Imron Rosyadi atau Tajul Ahyar dengan nama Yayasan Ratu Samban Bengkulu Utara.

Rapat yang diselenggarakan di ruang Pola Setdakab Bengkulu Utara dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bengkulu Utara Margono, Asisten III Setdakab Bengkulu Utara Ramadanus. Hadir juga Ketua Yayasan Ratu Samban Argamakmur Syafrianto Daud (yang diundang Pemkab BU), dan Mantan Rektor Unras Sugeng Suharto.

Dalam pembahasan beasiswa, bahwa pemkab saat ini tengah mempelajari proses pengucuran anggaran untuk beasiswa mahasiswa Unras. Karena Pemkab Bengkulu Utara masih belum mengetahui apakah penganggaran beasiswa tersebut akan dilimpahkan ke Yayasan Ratu Samban Argamakmur versi Syafrianto Daud atau Yayasan Ratu Samban yang ketuanya Tajul Ahyar selaku penerima dana selama ini.

“Untuk penganggaran beasiswa Unras ini, kami (Pemkab Bengkulu Utara) juga harus berhati-hati kemana kami akan mengucurkan anggaran ini. Mengingat kini di yayasan itu ada 2 versi. Makanya kami juga masih mempelajari dan menela’ah siapa yang berhak mengelola anggaran beasiswa ini, terkait baik by name, by adress di Unras”, ujar Ramadanus.

Disinggung kenapa pada rapat itu yang diundang hanya Ketua Yayasan Ratu Samban Argamakmur Syafrianto Daud. Kemudian, kenapa pemkab masih mengundang Sugeng Suharto padahal statusnya sudah bukan lagi Rektor Unras?

Ramadanus menjawab, itu kebetulan saja. Pemkab juga nantinya akan memanggil kepengurusan Yayasan Ratu Samban versi Tajul Ahyar. Sementara terkait Sugeng Suharto, Ramadanus tidak bisa menjawab dan juga mengaku bingung soal kehadiran Sugeng pada rapat koordinasi sebagai apa.

“Nanti kepengurusan Yayasan Ratu Samban versi Tajul Ahyar juga akan diundang dalam waktu dekat ini. Itu supaya permasalahan ini klir”, demikian Ramadanus.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Firdaus
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *