Jalan Putus Susup – Ujan Mas Siap Ditangani PLTA Musi Ujan Mas

0
109
Jalan lintas Susup Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menembus Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang yang terputus ketika hujan deras seharian pada Minggu - Senin (8-9/10/2017). (Foto : ist)
Jalan lintas Susup Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menembus Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang yang terputus ketika hujan deras seharian pada Minggu – Senin (8-9/10/2017). (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Hujan seharian yang mengguyur Provinsi Bengkulu sejak Minggu hingga Senin (8-9/10/2017) kemarin, diketahui menyebabkan jalan lintas Susup Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menembus Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang, terputus. Sehingga akses di jalur tersebut benar-benar tidak bisa dilalui kendaraan apapun dan juga pejalan kaki.

Meski jalan lintas itu jalan alternatif dan merupakan tanggungjawab dari PT PLN (Persero) Pengendali Pembangkit (Dalkit) Sektor Bengkulu (SBKL) atau PLTA Musi Ujan Mas, namun tetap melumpuhkan aktivitas warga di sekitar jalan yang terputus hingga 20 meter panjangnya itu. Terlebih aktivitas bagi aktivitas Perusahaan Listrik Negara tersebut.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Asisten Manager Keuangan dan Sumber Daya Manusia PLTA Musi Ujan Mas, Rusman mengatakan, pihaknya akan bertanggungjawab penuh atas rusaknya infrstruktur tersebut. Mengingat dibangunnya jalan itu karena adanya pembangkit listrik di daerah (Susup) tersebut, sehingga dalam penanganannya akan diambil alih langsung PT PLN.

“Ini tanggung jawab PT PLN dalam hal ini PLTA Musi Ujan Mas. Karena daerah di sana masuk dalam jalan menuju area pengoperasian pembangkit. Untuk percepatan akses, saat ini kami sudah membuat jalan alternatif yang hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua”, terang Rusman.

Lanjut Rusman, untuk perkiraan sampai kapan jalan itu ditutup, pihaknya belum bisa memastikan, karena tim dari Palembang sebagai kantor pusat PLN Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) belum meninjau ke lokasi.

“Tapi di sisi lain kami sudah mengirimkan surat kepada Pemkab Kepahiang untuk percepatan perbaikan jalan tersebut. Soal nanti penanganannya hanya dipegang PLTA atau menggandeng Pemkab Kepahiang, belum kami bahas”,  begitu terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepahiang Aryesi Maryana mengungkapkan, pihaknya menunggu kepastian terkait perbaikan jalan dari PLTA Musi. Akibat bencana ini, BPBD Kepahiang memprediksi kerugian mencapai Rp 2 miliar.

“Sementara tanggap bencana kami hanya sebatas pemberitahuan jalan putus di Kecamatan Ujan Mas menembus Kabupaten Bengkulu Tengah. Soal perbaikan, nantinya kami menunggu pihak PLTA Musi Ujan Mas. Yang jelas tadi Bupati Kepahiang sudah mengirimkan surat ke PLTA mengenai upaya perbaikan,” ujarnya.

Diketahui, titik longsor di jalan alternatif itu tepatnya berada di Desa Susup Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten Kepahiang. Longsor itu diperkirakan terjadi pada pukul 06.30 Wib, Senin (9/10/2017). Jalan ini sering dilintasi ketika jalur utama Bengkulu – Kepahiang atau jalan lintas Liku Sembilan ada gangguan. Selama jalur alternatif di Desa Susup itu dalam masa perbaikan, berharap semoga jalur utama lintas provinsi (Liku Sembilan) aman-aman.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Kontributor RL
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here