Launching Perumahan di Kepahiang
Kenapa Dipilih di Perumahan Kiat Pesona Alam Kabawetan Kepahiang ? Begini Kata Developernya

Direktur Utama Bapertarum – PNS, Heroe Soelistiawan didampingi Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid menyerahkan kunci secara simbolis kepada salah seorang ASN yang sudah melakukan akad pembelian rumah. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id,KEPAHIANG – Kenapa lokasi launching Perumahan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS di Kepahiang digelar pada Kamis (14/9/2017) di Komplek Perumahan Kiat Pesona Alam Kabawetan di Desa Sido Makmur Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu? Kenapa tidak di komplek perumahan lainnya?

Padahal, ada 4 developer property yang bekerjasama dengan Pemkab Kepahiang terkait pembangunan perumahan ini. Yakni PT Melati Putri Indonesia, PT Amanah Maju Bersama dan PT Cesatu Mitra Griya. (Baca : 931 ASN Kepahiang Dikhawatirkan Masa Pensiunannya, Jika …)

Direktur PT Kiat Muda Berkarya Mariati Wijaya mengungkapkan, dipilih komplek perumahannya bukan karena yang terbaik. Dan seluruh pengembang perumahan yang ada di Kepahiang ini adalah terbaik semua.

“Bukan karena perumahan atau perusahaan properti saya sebagai developer property yang terbaik dibanding yang lain. Dipilih oleh bupati karena Pak Bupati Hidayat sekaligus ingin kenalkan wisata Kebun Teh Kabawetan”, tutur Mariyati kepada RedAksiBengkulu.co.id.

Penyerahan bantuan secara simbolis dari Direktur Utama Bapertarum – PNS, Heroe Soelistiawan kepada Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

Selain itu, sambung Ice, begitu ia akrab disapa,  dari 32 unit rumah yang dibangun itu ada yang beda dibanding unit perumahan lain, yakni terkait fasilitas air bersih. Yang mana di setiap unit rumah yang dibangunnya itu tersedia filter air yang siap dikonsumsi oleh penghuni rumah dan langsung mengalir ke rumah masing-masing.

“Jadi, Insyaallaah soal air bersih tidak ada kendala di perumahan kami ini. Air yang mengalir di setiap unit rumah, bisa langsung dikonsumsi”, terang Ice.

Kelayakan air yang langsung dikonsumsi itu pun langsung dicek oleh Bupati Kepahiang, pihak Bapertarum PNS dan semua pihak yang hadir ketika launching, sebagai uji kelayakan dan bukti standar dan alat kelengkapan kelayakan.

Lebih lanjut dijelaskannya, dalam bekerjasama dengan Pemkab Kepahiang dalam hal pembangunan perumahan ASN, PT Kiat Muda Berkarya berkomitmen untuk memeratakan pembangunan di seluruh daerah di Kepahiang. Mengingat, jika semua Developer maunya membangun di wilayah perkotaan saja, maka tidak mungkin bisa terealisasi merata SBUM dan Tambahan Uang Muka (TBUM) untuk seluruh PNS yang belum punya rumah.

Dari data 930-an PNS Kepahiang yang belum memiliki rumah itu, lanjutnya, tentunya mereka bekerja di instansi yang tersebar ke seluruh pelosok Kepahiang. Seperti pegawai kecamatan, kelurahan, puskesmas dan para guru.

Sehingga jika pegawai itu membeli rumah, seyogyanya bukan malah menambah beban bagi ASN itu, melainkan lebih diringankan dari segi transportasi. Dan jika ASN itu memiliki rumah dekat kantornya, tambah Mariati, akan lebih mendukung kinerjanya.

“Kalau rumah pegawai itu dekat dengan kantor, tentunya akan menghemat biaya transportasi ke kantor. Dan biaya transportasi itu bisa dialihkan untuk angsuran pembiayaan rumah”, jelasnya.

 

 

Pertama Di Indonesia, Perumahan Yang Dilengkapi Fasilitas Air Langsung Bisa Diminum

Fasilitas filter air yang dipasang di setiap unit rumah. Yang mana air tersebut bisa langsung dikonsumsi. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

Disinggung kenapa memasang filter air di setiap unit rumah yang dibangunnya, Mariati menjelaskan, jika pihaknya tidak hanya mementingkan bisnis semata melainkan juga turut berperan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya konsumen perumahannya. Dalam hal ini, papar Ice, hak-hak konsumen untuk mendapatkan kelayakan hidup khususnya air bersih sudah menjadi komitmennya, Mengingat, persoalan air bersih sering menjadi keluhan.

“Memang ini baru pertama kali di Bengkulu bahkan di Indonesia. Pemikiran kami, konsumen rumah kami tidak perlu memasak air atau beli air galon seumur hidupnya atau selama menempati unit rumah kami ini”, papar Ice.

Direktur PT Kiat Muda Berkarya Mariati Wijaya sedang mengambil air pada fasilitas filter air yang dipasang di setiap unit rumah. Yang mana air tersebut bisa langsung dikonsumsi. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

Mariati berharap Pemkab Kepahiang dan pihak bank dalam hal ini Bank Tabungan Negara (BTN) terus mendukung komitmennya dalam mengembangkan bisnis properti yang memperhatikan hak-hak konsumen atas kelayakan sarana air bersih tersebut.

“Bagi pegawai Kepahiang yang mau memiliki rumah di komplek Kiat Pesona Alam Kabawetan, bisa kredit melalui KPR BTN”, demikian Mariati.

Diketahui, dilansir btn.co.id, BTN merupakan bank yang mendukung Program Sejuta Rumah. Sejak program nasional ini diluncurkan pertama kali pada April 2015, hingga Triwulan I (2017), BTN telah menyalurkan kredit perumahan untuk 1,34 juta unit rumah. Jumlah tersebut terdiri dari 433.350 unit yang telah menjadi KPR dan 908.032 unit yang masih dalam proses pembangunan. Nilai kredit perumahan yang telah disalurkan BTN mencapai sekitar Rp144,37 triliun.

Dukungan BTN dalam Program Sejuta Rumah tersebut tersebar di seluruh Indonesia. Di Jawa misalnya, mulai April 2015 hingga kuartal I (2017), BTN telah menyalurkan KPR dan kredit konstruksi untuk 851.204 unit rumah atau senilai Rp103,82 triliun. Di Sumatera, BTN mengucurkan kredit perumahan senilai Rp19,42 triliun untuk 235.226 unit rumah.

BTN juga tercatat mengucurkan kredit perumahan untuk 116.787 unit rumah senilai Rp9,77 triliun di Kalimantan. Lalu di Sulawesi, tercatat ada 97.672 unit rumah yang mendapat kucuran kredit perumahan setara Rp7,18 triliun. Di Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), BTN juga menyalurkan kredit perumahan senilai Rp 3,44 triliun untuk 33.851 unit rumah. Kemudian di Papua, BTN telah menyalurkan kredit perumahan senilai Rp 722 miliar untuk 6.642 unit rumah.

 

Laporan : Hendra Afriyanto
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *