Rumdin Wabup Kepahiang Dibangun Tapi Tak Bisa Ditempati Tahun Ini

0
93
Rumdin Wabup Kepahiang Netty Herawati (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)
Wabup Kepahiang Netty Herawati melihat kondisi Rumdin Wabup. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Wakil Bupati Kepahiang Netty Herawati melakukan monitoring dan evaluasi (monev) beserta rombongan, Jumat (24/11/2017) ke rumah dinas (rumdin) yang baru usai dibangun. Sesampainya di rumdin tersebut, wabup menilai rumdinnya itu tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan rumdin yang direncanakan bisa dihuni pada Januari 2018 mendatang dipastikan batal.

“Kalau begini kondisinya bagaimana bisa dihuni? Perencanaan pembangunannya bagaimana ini”, kata Netty kecewa.

Netty juga membeberkan beberapa item permasalahan yang ditemukannya saat monev. Diantaranya belum ada fasilitas air bersih, pagar, keramik lantai yang keropos, rumah jaga, pengerasan lahan parkir/halaman, dan trali pun belum dipasang.

“Ini bukan soal rumah dinas saya atau bukan, tapi ini soal perencanaan pembangunan dan pelaksanaan pembangunan mestinya professional. Siapa yang brani huni kalau kondisinya begini”, sambungnya kesal.

Padahal anggaran untuk pembangunan rumdin tersebut diketahui telah menghabiskan anggaran daerah hampir Rp 1 miliar.

“Bangunan untuk sekelas rumdin wakil bupati saja asal-asalan bagaimana bangunan lainnya yang jauh dari pantauan? Ini harus jadi perhatian serius. Masa ruang tamu luasnya cuma 2,5 x 3 meter”, demikian Netty.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Kepahiang Ismail Hakim yang ikut dalam monev tersebut menjelaskan,  dalam perencanaan itu memang hanya untuk pembangunan rumdin. Sementara untuk pembangunan pagar, pos jaga, lantai parkir dan fasilitas air bersih dianggarkan terpisah dengan menggunakan APBD-P 2017. Namun karena adanya pemangkasan dana pada APBD-P, akhirnya pembangunan pun belum bisa direalisasikan.

“Karena ada pemangkasan anggaran, sehingga tidak bisa dibangun. Apa boleh buat rumdin wabup belum bisa dihuni”, demikian singkat Ismai.

Monitoring dan evaluasi pembanguan fisik di Kabupaten Kepahiang dilakukan di beberapa titik. Diantaranya pembangunan peningkatan status Puskesmas Durian Depun yang sebelumnya Non Rawat menjadi Rawat Inap, pembanguan drainase di Kelurahan Durian Depan, Pembanguan Drainase di Kelurahan Ujan Mas, Pembanguan Irigasi Desa Pelangkian, Pembangunan Rumah Dinas Wakil Bupati.

Pada monev itu, wakil bupati didampingi Asisten III  Setdakab Kepahiang, Plt Camat Merigi Haira Aryani, Kabag Admistrasi & Pembangunan Setdakab, Jono Antoni, serta PPTK Khairul Fikri dan pihak ketiga.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Hendra Afriyanto

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.