Tinggal Di Gubuk Reot, Warga Ini Inisiatif Gotong Royong Bedah Rumah Nenek Renta

0
223
Rumah Nenek Mare' yang akan direhab dengan swadaya masyarakat setempat. (Foto : Hendra Ariyanto/RedAksiBengkulu)

Laporan : Hendra Afriyanto

Rumah Nenek Mare’ yang akan direhab dengan swadaya masyarakat setempat. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id – KEPAHIANG, Mari’a (70), warga Gang Fatonah RT 10 RW 03 Kelurahan Durian Depun Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang adalah janda tua yang hidup sendirian menghidupi tubuhnya yang semakin renta. Mirisnya, hunian yang semestinya diusia senja itu nyaman, namun tak dirasakan selayaknya diusianya.

Rumahnya hanya berukuran 4 x 6 meter, terbuat dari pelupu (bidai,red) bambu dan papan serta beratap seng-seng bekas dan karat. Saat hujan, tak terhitung berapa titik yang bocor menetes di lantai yang juga beralas dari pelupu bambu itu. Belum lagi pilar-pilar di setiap sudut rumah yang rapuh dan mulai condong.

Usia yang kian hari kian renta itu membuat tubuh nenek yang lemah itu sudah tak mampu menafkahi dirinyanya. Ditambah lagi pendengarannya yang terganggu sehingga membuat ia berkomunikasi dengan warga setempat dengan bahasa isyarat.

“Nenek Mare’ (sapaan akrab Mari’a) cuma bisa diam di rumah. (Maaf), sehari-harinya ia makan pun dari pemberian warga sekitar,” kata Ketua RW setempat, Gunnadi.

Gunnadi menambahkan, banyak pihak yang sering datang mengunjungi rumah Nenek Mari’a, ada yang mendata, ada juga yang memoto rumah.

“Saya berfikir positif saja dengan mereka (pihak) yang datang ke rumah nenek itu. Mana tau ada bantuan untuk nenek. Tapi yang saya heran, sampai kini tidak ada tanda-tanda bantuan apapun untuk nenek itu. Sementara kami dari lingkungan sini sudah berupaya semaksimal mungkin mengusulkan perehaban rumah nenek dengan pihak terkait,” sambungnya.

Menyikapi ini, selaku koordinator di lingkungan warganya, Gunnadi pun akhirnya mengambil langkah gotong royong merehab rumah nenek yang rumah kondisinya tidak layak huni itu. Itu dilakukan karena setelah sekian banyak proposal yang diajukan tak membuahkan hasil.

“Proposal sudah kami ajukan. Memang ditanggapi, tapi pihak yang datang hanya meninjau dan foto-foto. Kami juga bosan, sampai akhirnya kami bersama warga berinisiatif untuk gotong royong membangun rumah Nenek Mari’a ini,” jelas Gunnadi

 

 

Gotong Royong, Bentuk Panitia ‘Depun Berbagi’

 

Untuk mengumpulkan dana guna bergotong royong merehab rumah Mari’a, Gunnadi berkesimpulan mengumpulkan muda-mudi setempat untuk membentuk panitia yang diberinama ‘Depun Berbagi’.

“Nah, dari panitia yang jumlahnya sekitar 20 orang itu, mereka telah menggelar aksi-aksi mengumpulkan dana di jalan sejak Ramadhan lalu. Kemudian panitia mengajukan bantuan ke toko-toko bangunan dan pejabat-pejabat yang ada di Kecamatan Merigi,” lanjut Gunnadi.

Sementara itu, Koordinator Panitia Pengumpulan Dana, Lipi mengungkapkan, saat ini sudah ada beberapa warga yang membantu bahan material bangunan berupa batu bata, semen, seng. Termasuk dari salah seorang Anggota DPRD Kepahiang, Armin Jaya.

Di sisi lain, Armin Jaya yang mengetahui informasi tersebut langsung mengunjungi rumah Mari’a. Ditemui di kediaman Mari’a, ia tak hanya mengunjungi , namun langsung membantu material bangunan. Dikatakannya, ini sebagai wujud kepedulian antar sesama. Pada dasarnya, kata Armin, memberi tidak mesti menjadi pejabat atau anggota DPRD.

“Namun  karena kebetulan status saya saat ini sebagai legislatif dan saya mengetahui informasi ini, sebagai wakil masyarakat kita mesti merasakan apa yang dibutuhkan masyarakat. Mengenai jumlah yang kita beri tidak mesti banyak. Yang terpenting keikhlasan dan manfaatnya,” singkat Armin.

Seperti diketahui, di Kelurahan Durian Depun ada rumah dinas pejabat Pemda Kepahiang yang juga dihuni oleh pejabat tersebut. Tak hanya itu, beberapa rumah pribadi pejabat lainnya juga berada di kelurahan ini.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.