Hari Bumi 2018
Danau Movement Beraksi di Danau Dendam Tak Sudah Bengkulu

0
195

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Setiap 22 April diperingati Hari Bumi. Dalam rangka memperingati Hari Bumi tahun ini, Komunitas Danau Movement menggelar beberapa kegiatan yang dikemas dengan nama “Membasuh Dendam”. Kegiatan akan dilangsungkan di kawasan Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu.

Diantaranya, sarasehan, yang akan menghadirkan Ketua Yayasan Lembak Usman Yasin, Tokoh Masyarakat Danau Syaipul Anwar, Pemuda Peduli Danau ‘Buana Rimba’, Heri Apriyanto. Sarasehan sederhana ini akan digelar di Warung Kopi Danau Movement, Minggu (22/4/2018).

“Kenapa pelaksanaannya di Danau Dendam Tak Sudah ? Karena danau ini letaknya di Kota Bengkulu yang notabene termasuk salah satu objek wisata alam kebanggaan masyarakat Kota Bengkulu juga. Tapi kesannya selama ini seperti dianaktirikan”, kata salah seorang Penggiat Seni Budaya, Juan.

Kemudian, kata Juan, pada kegiatan ini ada aksi bersih danau. Mulai pagi, komunitas menyisiri danau guna membersihkan sampah-sampah yang berada di pinggir danau. Lalu dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon.

“Jenis pohon yang akan ditanam yaitu Ketaping dan Mahoni. Bibit pohon diperoleh dari donasi kawan-kawan komunitas pecinta alam, salah satunya dari Madyapala”, paparnya.

Di sisi lain, tambah Juan, teman-teman yang lain juga melakukan kegiatan sablon kaos. Masyarakat yang ingin kaosnya disablon sebagai buah tangan dari kegiatan ini, bisa membawa kaos dan hanya berdonasi Rp 10.000 sebagai kontribusi terhadap kegiatan ini.

“Uang itu nantinya akan diperuntukan operasional kegiatan. Soalnya kegiatan ini dilakukan secara swadaya karena kami tidak ada donatur, tidak ada proposal”, katanya lagi.

Mengingat pelaksana kegiatan ini juga dibantu dengan rekan-rekan komunitas seni dan budaya, lanjutnya, kurang lengkap rasanya jika kegiatan ini tidak ada kegiatan seni. Oleh karena itu, kegiatan ini juga akan menampilkan apresiasi seni.

Tak lupa juga Juan mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan yang telah mendukung demi suksesi kegiatan ini.

“Terimakasih kepada Komunitas Buana Rimba, Sayak, KSJM (Komunitas Seni Jering Mudo), LKS (Lintas Komunitas Seniman), Nusantara Art dan UKM Seni Unihaz dan semua pihak tanpa terkecuali yang telah mendukung kegiatan ini”, tutup Juan.

Baca Juga : 
Di Desa Ini Ditemukan Fosil Hewan Purbakala Yang Hidup di Zaman Mesolitikum

Laporan : Aji Asmuni

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.