OTT KPK Hakim dan Panitera PN Bengkulu
Diduga Uang Suap Hakim dan Panitera Berasal dari Dirinya, Marjon : Bukan Uang Dari Saya

Oknum Panitera Pengganti di PN Bengkulu, Hendra Kurniawan saat digiring Penyidik KPK. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Usai menjalani pemeriksaan kurang lebih 4 jam di Gedung Direskrim Polda Bengkulu, Selasa (12/9/2017), Sekda Kota Bengkulu Marjon membantah jika uang yang digunakan untuk menyuap Hakim karir Suryana dan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu Hendra Kurniawan, salah satunya bersumber dari dirinya.

“Tidak ada itu, bukan uang dari saya kok,” ucap Marjon sembari menuju mobilnya yang terparkir di halaman Gedung Direskrim Polda Bengkulu.

Saat ditanyakan berapa jumlah pertanyaan yang dicecar penyidik? Marjon menjawab ia tidak ingat.

“Lupa saya berapa pertanyaan”, singkatnya.

 

Berita Terkait :

Sekda Kota dan Hakim Ad Hoc PN Bengkulu Diperiksa KPK

 

Diketahui, dalam jumpa pers di Gedung KPK RI Jakarta, dalam kasus OTT tersebut telah ditetapkan 3 tersangka. Yakni selaku penyuap, Syuhadatul Islamy alias Lemy, yang merupakan saudari kandung Marjon yang ditangkap saat sedang berada di Bogor Jawa Barat. Kemudian, pihak yang disuap adalah Hakim karir Suryana dan Panitera Pengganti, Hendra Kurniawan.

Dugaan suap tersebut terkait dengan penanganan perkara Nomor 16/Pid.Sus-TPK/2017 PN Bgl dengan terdakwa Wilson, yang sekarang sudah menjadi terpidana dengan hukuman 1 tahun 3 bulan penjara, lebih kecil dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya, 1 tahun 6 bulan.

Adapun majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut yakni, hakim ketua yang juga Ketua PN Bengkulu non aktif, Kaswanto, dan hakim anggota Henny Anggraini serta Suryana.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *