Kepala BNNP Bengkulu : Pelaku Sindikat Narkoba Internasional Diancam Hukuman Mati

Barang bukti yang didapat dari sindikat narkoba jenis sabu yang merupakan jaringan internasional dengan berat 1 kilogram yang berasal dari Malaysia. (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu, Brigjen Pol Nugroho Aji Wijayanto menegaskan, pihaknya akan menerapkan pasal dengan ancaman hukum terberat berupa hukuman mati terhadap tersangka sindikat narkoba internasional yang tertangkap, Rabu (26/7/2017) dinihari, dengan Barang Bukti (BB) 1 Kg Sabu. (Baca : Di Curup, BNNP Bengkulu Amankan 1 Kg Sabu Milik Sindikat Narkoba Jaringan Internasional)

“Untuk pasal yang diterapkan tentunya akan dikenakan pasal yang terberat. Yakni Pasal 114 Junto Pasal 132 subsidiar Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal hukuman mati”, tegasnya di BNNP Bengkulu.

Penerapan hukuman mati ini, lanjut Nugroho, karena tersangka adalah penyandang dana dan otak dari peredaran narkoba sindikat internasional tersebut.

“Saya berharap hukuman mati. Karena mereka ini penyandang dana, mereka juga otaknya. Jadi hukum yang berat jangan yang ringan”, harapnya.

Selain itu, kata Nugroho, pihaknya juga akan menerapkan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap para tersangka.

“Mereka juga akan kami sidik Tindak Pidana Pencucian Uang, karena tersangka narkoba ini harus dimiskinkan. Dengan miskin mereka tidak bisa bertransaksi lagi,” jelasnya.

Diketahui, dari 1 kilogram (kg) sabu yang berhasil diamankan BNNP Bengkulu dari pelaku, sama halnya dengan telah menyelamatkan sekitar 6.000 pengguna atau korban dari dampak narkoba tersebut.

Adapun ketiga pelaku yang berhasil terungkap yakni, selaku pemilik modal, Azhari dan M Hussein alias Pak Cik, dan sebagai sopir yang membawa kendaraan berisi 1 Kg sabu adalah Juliadi masih dalam pemeriksaan tim Penyidik BNNP Bengkulu.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *