Sidang Kasus OTT Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti
Pengacara Ridwan Mukti : Permintaan Komitmen Fee Adalah Tafsir Yang Dzolim

0
148
Tim Penasehat Hukum (PH) Terdakwa Ridwan Mukti. (Foto : ist)
Terdakwa Ridwan Mukti beserta istrinya Lily Martiani Maddari terlihat sedang berkomunikasi dengan Tim Penasehat Hukum (PH) mereka Maqdir Ismail. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Tim Penasehat Hukum (PH) Terdakwa Gubernur Bengkulu non aktif, Ridwan Mukti, Maqdir Ismail menegaskan, adanya permintaan fee 10 persen yang ditafsirkan oleh Terdakwa Rico Dian Sari dan Jhoni Wijaya bukan hanya menyesatkan, tetapi tafsir yang zolim.

Dijelaskan Maqdir dalam catatan atau rilisnya, keterangan adanya komitmen fee sebesar 10 persen dari nilai proyek dan uang Rp 1 miliar, itu hanya berdasarkan percakapan antara Rico Dian Sari dan Jhoni Wijaya.

Komitmen fee dapat diketahui, sambung Maqdir, dari komunikasi antara Haris yang mewakili Rico Dian Sari dan Jhoni Wijaya sejak 7 Juni hingga 20 Juni 2017.

“Tidak ada fakta Terdakwa Ridwan Mukti dan Lily Martiani Maddari ikut membicarakan atau meminta uang kepada Jhoni Wijaya. Apalagi kedua terdakwa tidak mengenal Jhoni Wijaya. Sehingga mustahil ada transaksi antar mereka,” tulisnya, Kamis (12/10/2017).

 

Berita Terkait : 

“Jangan Macam-Macam Dengan Staf Saya, Staf Saya Nanti Saya Tempeleng”
Sidang Perdana RM, Lily dan RDS Ramai. Para Terdakwa Terancam Pidana 20 Tahun Penjara
Jhoni Wijaya : Rp 1 Miliar Sebagai Tanda Terimakasih Untuk Gubernur Bengkulu
Istri Mantan Gubernur Bengkulu, Lily Maddari : THR Rp 1 Miliar Bagi Saya Itu Pantas
Dari Nilai Proyek Rp 58 Miliar, 10 % Fee Gubernur. Rencananya 2 % Juga Untuk Kadis, Kabid dan PPTK
Penasehat Hukum RM : KPK Tidak Ada Bukti Permulaan Tetapkan Ridwan Mukti Tersangka

 

Ditambahkan Maqdir, jika sekiranya penerimaan uang oleh Terdakwa Lily Martiani Maddari dari Rico Dian Sari hendak diarahkan menjadi jual beli pengaruh atau trading in influence, maka secara hukum tidak dapat dipidana karena tidak ada hukum positifnya di Indonesia.

“Permintaan dari Terdakwa Ridwan Mukti agar kontraktor bekerja dengan baik, kemudian ditafsirkan oleh Rico Dian Sari dan Jhoni Wijaya sebagai permintaan komitmen fee, bukan hanya menyesatkan tetapi adalah tafsir yang zolim. Terdakwa Ridwan Mukti dan Lily Martiani Maddari adalah korban dari orang-orang yang hendak mencari keuntungan untuk dirinya sendiri dan dimanfaatkan oleh penyelidik KPK untuk melakukan tangkap tangan,” terangnya.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.