OTT KPK Hakim dan Panitera PN Bengkulu
Salah Seorang Tersangka OTT Diduga Dibawa KPK Tanpa Surat Penangkapan ?

Salah seorang saksi yang juga ikut diperiksa KPK di Polda Bengkulu. (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Salah seorang tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait dugaan suap Hakim dan Panitera Pengganti (PP) Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, yang juga merupakan Kepala Puskesmas Betungan Kota Bengkulu, Syuhadatul Islamy alias Lemy yang ditangkap saat berada di Bogor, diduga dibawa penyidik tanpa adanya surat penangkapan.

Kata pengacara tersangka, Made Sukiade, informasi yang diterima dari keluarganya bahwa kliennya Lemy ditangkap dan dibawa saat berada di Bogor dalam rangka sedang ada pelatihan selama 1 minggu.

“Waktu di KPK memang saya sudah ketemu dengan Lemy sekitar 1,5 jam. Jadi, beliau sudah bercerita dengan saya. Memang surat penahanan ada, hanya saja disitu tidak ada surat penangkapan, mungkin menyusul dan lain sebagainya, kita tunggu dulu”, ujarnya, Selasa (12/9/2017) saat mendampingi suami tersangka Lemy berinisial AS, di Gedung Direskrim Polda Bengkulu.

Prosedur sebenarnya, sambung Made, surat penangkapan dan surat penahanan wajib ada, karena undang-undang mengatakan seperti itu dan harus diberikan kepada yang bersangkutan. Dalam hal ini boleh tersangka atau dengan keluarganya diberitahukan.

 

Berita Terkait :

Panitera, Hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu dan Keluarga Terpidana Wilson Ditetapkan Tersangka
PN Bengkulu Termasuk Ruang Kerja Ketua Non Aktif Digeledah Tim KPK Hingga 5 Jam
Sekda Kota dan Hakim Ad Hoc PN Bengkulu Diperiksa KPK
Diduga Uang Suap Hakim dan Panitera Berasal dari Dirinya, Marjon : Bukan Uang Dari Saya
Hampir Seharian Diperiksa KPK, Hakim Ad Hoc PN Bengkulu Dicecar 47 Pertanyaan

 

Ditambahkan Made, pihaknya tetap menghormati KPK agar sesuai dengan prosedur dan aturan.

“Silakan jalankan jika hal itu sudah sesuai dengan undang-undang”, tambahnya.

Lanjut Made, jika penyidik KPK melakukan tindakan hukum sesuai dengan undang-undang, pihaknya tetap menghargai dan menghormati. Akan tetapi jika di luar itu, maka pihaknya pun berhak untuk melakukan upaya-upaya hukum.

“Kita selalu bicara sesuai undang-undang, bukan bicara prosedur atau SOP. SOP atau prosedur hanya berlaku internal, tapi kita bicara undang-undang”, bebernya lagi.

Saat ditanyakan pemeriksaan saksi hari ini? Made menjawab, jika ia hanya mendampingi suami dari pada Lemy yang belakangan diketahui atas nama Achmad Supriyono (AS), yang diperiksa sebagai saksi.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *