Kasus Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Rp 2,4 Miliar Di Lebong Naik Penyidikan

0
134
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Sendjun Manulang. (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

Laporan : Julio Rinaldi

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu menaikkan status kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) Proyek Pembangunan Irigasi di Kabupaten Lebong dengan nilai proyek Rp 2,4 miliar, dari penyelidikan ke penyidikan.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Sendjun Manulang mengungkapkan, bahwa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Proyek Irigasi tersebut senilai Rp 2,4 miliar. Dan pengerjaannya jauh di daerah kaki gunung di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu dengan jarak sekitar 30 kilometer untuk di alirkan ke masyarakat.

“Saya sudah berangkat ke sana (Lebong). Apa yang ditemukan tim kami di sana? Pengerjaannya itu amburadul, rusak dan tidak sesuai spesifikasi”, ungkap Sendjun, Jum’at (12/5/2017) di kantornya.

Bahkan, lanjut Sendjun, proyek itu sama dengan gagal konstruksi, sehingga tim sudah menaikkan status kasus itu ke penyidikan. Dan sejauh ini, saksi-saksi sudah dimintai keterangan termasuk kontraktornya kelak.

“Untuk kerugian negara sedang dilakukan penghitungan. Proyek itu gagal konstruksi dan kemungkinan total lost. Saya sudah tanda tangani sprindiknya”, demikian Sendjun.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.