Natal, GMKI Bengkulu Tanam Mangrove dan Berbagi Kasih Kepada Sesama

0
60
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Bengkulu dalam perayaan Natal yang 2016. (Foto : Facebook)

Laporan : Tata Riri

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Bengkulu dalam perayaan Natal yang 2016. (Foto : Facebook)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Bengkulu melaksanakan rangkaian kegiatan Natal yang akan diakhiri dengan Ibadah Akhir Tahun dan Doa Bersama pada 31 Desember mendatang. Dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (29/12/2016), Ketua GMKI Bengkulu, Dahlan S. Sitio mengatakan, bahwa GMKI Bengkulu ingin memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“GMKI Bengkulu berbeda dengan komunitas maupun jemaat lainnya yang merayakan Natal hanya sebatas rutinitas. Kami ingin berbagi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar”, jelas Dahlan S. Sitio. 

Mengambil tema ‘Berdamai Dengan Semua Ciptaan’, dalam rangkaian Natal, GMKI Bengkulu menanam Bakau (Mangrove) di Pulau Baai serta membagikan bingkisan Natal kepada orang yang tidak mampu di Pasar Minggu.

“Kami ingin masyarakat merasakan dampak keberadaan GMKI. Kami menanam mangrove serta membagikan bingkisan kepada pengamen dan pengemis sehingga mereka merasakan keberkahan dalam Natal ini”, lanjutnya.

 

 

Masyarakat Bengkulu Junjung Tinggi Toleransi Beragama 

Selama perayaan Natal, tambah Dahlan, toleransi beragama di Bengkulu masih dijunjung tinggi oleh masyarakat. Pemikiran masyarakat Bengkulu yang cukup maju membuat masyarakat Bengkulu tidak terprovokasi dengan banyaknya opini-opini di media maupun beredar di masyarakat dan perayaan Natal di Bengkulu aman.

Perayaan Natal 25 Desember 2016 di Bengkulu yang aman dari ancaman apapun membuktikan, bahwa masyarakat Bengkulu masih menjunjung toleransi beragama. Namun, dirinya menyayangkan tindakan aparat keamanan yang cenderung represif. Penjagaan yang ketat menimbulkan kesan ada kekhawatiran dari pihak aparat keamanan bahwa gereja tersebut tidak aman.

“Dalam perayaan Natal, kami ingin damaikan hati kami, namun penjagaan dari aparat keamanan membuat kami tidak nyaman. Kenapa kami harus diamankan? Ada semacam kekhawatiran dari aparat keamanan yang berlebihan”, pungkasnya. 

GMKI Bengkulu akan melaksanakan ibadah akhir tahun dan doa bersama sebagai refleksi peristiwa pada 2016 dan doa menyambut 2017.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.