Pendeta HKBP Jitra : Keberagaman Merupakan Simbol Kekayaan Indonesia

0
342
Spanduk Penghormatan kepada Muslim dalam menjalankan ibadah selama Ramadhan di Gereja HKBP Jitra. (Foto : Tata Riri/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Umat Kristiani HKBP Jitra Bengkulu memasang spanduk yang bertuliskan “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Bulan Ramadhan 1438 H Untuk Saudara – Saudari Muslim Semuanya”.  Spanduk ini untuk menghormati kaum muslimin yang sedang menjalankan kewajibannya berpuasa sebulan penuh.

Pendeta HKBP Jitra Bengkulu, Pdt. Pakkat Sitinjak STh mengatakan, perbedaan dalam masyarakat jangan dijadikan alasan untuk saling bermusuhan dan saling mencela karena seharusnya kita saling menghormati dan mengasihi.

“Kita pasti akan temukan perbedaan dalam hidup bermasyarakat dan jangan sampai perbedaan itu menimbulkan kebencian satu sama lain. Justru dengan adanya perbedaan tersebut, kita akan dikayakan”, ujarnya.

Spanduk yang terpasang di depan Gereja HKBP Jitra menjadi suatu bentuk toleransi dari suatu agama kepada agama lainnya. Pdt Pakkat menambahkan, bahwa semua agama itu sama tanpa ada yang memandang salah satu agama lebih rendah daripada agama lainnya. Oleh karena itu, kita bisa hidup berdampingan dan bisa menerima satu dengan lainnya, seperti di Bengkulu.

“Toleransi di Bengkulu sudah terjaga dengan baik dan tidak ada yang menonjol tentang perbedaan antara agama satu dengan agama lainnya. Agama adalah suatu keyakinan terhadap Tuhan yang didasarkan pada keimanan sehingga jangan menggunakan agama sebagai kendaraan politik,” tambahnya.

Dirinya menyayangkan kondisi Indonesia terkait isu perpecahan mengatasnamakan agama. Peran tokoh-tokoh agama sangat dibutuhkan untuk mempererat tali persaudaraan antar agama agar tidak mudah terpecah oleh oknum-oknum. Menurutnya, masih banyak permasalahan yang perlu diatasi dan membutuhkan perhatian kita seperti kekerasan perempuan dan anak, persoalan moral masyarakat Bengkulu, korupsi dan lain-lain.

“Indonesia memiliki kemajemukan, kekayaan adat, dan apabila ada oknum yang ingin merusak Indonesia, tokoh agamalah yang berperan sebagai perekat bangsa sehingga diharapkan ke depannya banyak kegiatan-kegiatan bersama untuk menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di Bengkulu secara bersama-sama tanpa menghilangkan nilai-nilai agama itu sendiri,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Tata Riri
Editor : Oktiviani Seputri

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.