Sidang Kasus OTT Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti
Penyuap Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti Dituntut 4 Tahun Penjara Denda Rp 200 Juta

0
233
Terdakwa Jhoni Wijaya. (Foto : ist)
Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI, Herry B.S. Ratna Putra dan Joko Hermawan pada Sidang Tuntutan Terdakwa Jhoni Wijaya, di Pengadilan Tipikor Bengkulu. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Direktur Cabang Curup PT Statika Mitrasarana yang  menjadi terdakwa perkara dugaan suap terhadap Gubernur Bengkulu non aktif, Ridwan Mukti, yakni Jhoni Wijaya, dituntut 4 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 200 juta. Tuntutan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Herry B.S. Ratna Putra dan Joko Hermawan, di Pengadilan Tipikor Bengkulu, Kamis (19/10/2017).

Dibacakan JPU KPK, Terdakwa Jhoni Wijaya telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan pertama melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang  Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan  Tindak Pidana Korupsi  sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Jhoni Wijaya dengan pidana penjara selama 4 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah Terdakwa tetap ditahan dan pidana denda sebesar Rp 200 juta subsidair pidana kurungan pengganti selama 6 bulan,” ucapnya.

Yang memberatkan Terdakwa, sambung Herry, perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi (Tipikor).

“Terdakwa tidak berterus terang mengenai tujuan pemberian uang,” ungkapnya.

Sedang hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan dan kooperatif di persidangan.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.