Anggota DPR RI : Harapan Baru Bagi Perempuan Desa Sekitar Hutan Warisan Dunia

0
244
Anggota DPR RI Anarulita Muchtar berfoto bersama Perempuan Peduli Hutan Warisan Dunia (TNKS). [Foto : Intan]

RedAksiBengkulu.co.id, REJANG LEBONG – Respon positif Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) terhadap inisiatif kelompok perempuan untuk terlibat melestarikan dan memanfaatkan potensi TNKS untuk peningkatan kesejahteraan memunculkan harapan baru. Demikian dikemukakan Anggota DPR RI, dr Anarulita Muchtar usai kegiatan Dialog Perempuan Peduli Hutan Warisan Dunia (TNKS) Dalam Rangka Hari Kartini 21 April dan Hari Bumi 22 April bersama Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Provinsi Bengkulu dr Anarulita Muchtar, di Desa Pal VIII, Minggu (22/4/2018) sore.

“Harapan baru bagi perempuan desa sekitar hutan warisan dunia, khususnya di Provinsi Bengkulu”, kata Anarulita.

Dialog dihadiri perwakilan Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL) Maju Bersama Desa Pal VIII, Komunitas Perempuan Penyelamat Situs Warisan Dunia (KPPSWD) dan Jaringan Perempuan Desa (JPD) sekitar TNKS. Saat dialog, Anarulita sempat mencoba minuman dari Unji/Kecombrang yang dibuat oleh KPPL Maju Bersama. Dia berharap rencana kerjasama antara Balai Besar TNKS dan KPPL Maju Bersama Desa Pal VIII direalisasikan.

Ketua KPPL Maju Bersama yang juga Koordinator Jaringan Perempuan Desa Sekitar TNKS (tengah) bersama Kepala Desa Pal VIII Prisnawati (kiri) menyampaikan aspirasi kepada Anggota DPR RI Anarulita Muchtar (kanan). [Foto : Intan]
Bila direalisasikan, Anarulita akan mengajak Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah untuk membahas agar pemberdayaan perempuan desa di sekitar TNKS untuk terlibat melestarikan dan memanfaatkan potensi TNKS untuk peningkatan kesejahteraan bisa diprogramkan.

“Sebagai bagian dari upaya mendorong emansipasi perempuan dan keadilan gender dalam pelestarian dan pemanfaatan hutan warisan dunia untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. Saya kira, Plt Gubernur akan sepakat”, ujar Anarulita.

Dia juga akan mengajak lembaga keuangan dan perbankan yang merupakan mitra kerjanya selaku anggota Komisi XI DPR untuk memfasilitasi pelatihan pengembangan produk, penguatan kapasitas manajemen dan permodalan usaha yang akan dilakukan kelompok perempuan dari memanfaatkan potensi TNKS.

“Misalnya rencana ibu-ibu memanfaatkan Unji/Kecombrang untuk membuat dodol, sirup atau produk kemasan lainnya. Kreativitas dan inovasi perempuan desa membangun usaha dari memanfaatkan potensi di hutan warisan dunia seperti itu perlu mendapatkan dukungan dari lembaga keuangan dan perbankan agar usaha yang dijalankan bisa berkelanjutan”, lanjut Anarulita.

Di Provinsi Bengkulu, luas TNKS adalah 345.841,30 hektar atau 35,8 % dari luas total hutan Provinsi Bengkulu (924.6.31 ha) yang membentang di wilayah Kabupaten Mukomuko (150.036 hektar), Bengkulu Utara (71.702,70 hektar), Rejang Lebong (25.815,60 hektar) dan Kabupaten Lebong (98.287,2 hektar). Sedangkan luas total TNKS yang membentang di Provinsi Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat adalah 1.389.510 hektar. Selain ditetapkan sebagai Taman Nasional Warisan Asean pada 2003, TNKS bersama Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) juga ditetapkan oleh Unesco sebagai Warisan Dunia pada 2004. [RILIS]

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.