Ternyata Nelson Ada Keluarganya, Tapi Yang Mendampinginya Sakit Di RSUD Curup Warga Pekalongan Kepahiang

Laporan : Rahmadi

Kondisi Nelson kini sudah mulai membaik dan sudah ada warga yang rela mendampinginya di RSUD Curup (Foto : Rahmadi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, REJANG LEBONG – Nelson (45), pengidap Tuberculosis (TBC) yang dirawat di Ruang Raflesia Kelas III RSUD Curup, Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, kondisinya saat ini berangsur membaik. Pria paruh baya itu kini sudah bisa berkomunikasi dan makan sendiri tanpa harus disuap lagi, meskipun untuk berdiri ataupun buang air masih perlu dibantu.

Ditemui RedAksiBengkulu.co.id, ternyata Nelson tidak hidup sebatang kara. Ia memiliki 3 anak, yakni Sonia, Rezon dan Reza serta istrinya bernama Eli. Bahkan Nelson juga punya keluarga kandung yakni kakak perempuannya bernama Yurna (47), yang berdomisili di Kelurahan Sawah Baru Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong.

Sayang, dari keterangan Cais Hertanto, suami Heni, kakak perempuannya Nelson, Yurna, saat ini tidak berada di Rejang Lebong. Yurna diketahui pergi ke Pekan Baru beberapa hari lalu. Sedihnya, sebelum berangkat, Yurna meninggalkan tulisan di atas materai Rp 3.000 dan menyatakan, bahwa ia tidak lagi mengurus Nelson dan menyerahkan sepenuhnya masalah ini (kondisi Nelson) kepada keluarga Heni.

“Ayuk (kakak,red) kandung Nelson menyerahkan sepenuhnya masalah ini (kondisi Nelson) kepada kami. Baik hidup dan matinya Pak Nelson. Bukti (pernyataan) tertulis itu diketahui Ketua RT dan ditangani di atas materai Rp 3.000 itu masih saya simpan”, ujar Cais kepada RedAksiBengkulu.co.id.

“Bahkan anaknya Yurna pun (keponakan Nelson) tak mau peduli dengan kondisi Pak Nelson”, sambung Cais yang juga Anggota TNI Kodim 0409/Rejang Lebong.

Meski tak ditemani keluarga kandung, di rumah sakit itu Nelson tetap tidak sendirian. Nelson bersyukur ada relawan yang bersedia mendampingi dan merawat Nelson. Relawan itu Akbar Hermansyah (51) dan Nurbaiti (51), dari Desa Pekalongan Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang.

Pasangan suami istri itu mengaku tergugah hatinya untuk merawat Nelson sampai sembuh.

“Kami dari Desa Pekalongan. Kami tahu soal Pak Nelson ini dari keponakan kami Nunik, yang melihat pemberitaannya (Nelson) di media. Keponakan kami itu teman akrabnya Heni”, aku Akbar kepada RedAksiBengkulu.co.id.

Akbar menyayangkan jika memang Nelson ada keluarga kandung atau ada anak-anaknya, semestinya merekalah yang lebih pantas di (RSUD Curup) sini. Terlepas dari itu, Nelson mengaku bersyukur dan senang atas kehadiran Akbar dan Nurbaiti yang rela merawatnya selama di rumah sakit.

 

Berita Terkait  : Sebatang Kara, Pria Ini Idap TBC dan Dirawat di RSUD Curup Tanpa Dampingan Keluarga

 

Sementara kata Heni, ia dan suaminya bukan tak ingin mendampingi Nelson di rumah sakit. Namun karena keterbatasan waktu ia tidak bisa secara penuh mendampingi alias hanya bisa menjenguk sesekali.

“Jujur saja, saya ini guru dan suami saya di Kodim. Jadi, kami tidak bisa full dampingi Pak Nelson. Waktu kami menjenguk itu bisanya fleksibel saja”, kata Heni.

Heni menambahkan, secara administrasi, biaya pengobatan Nelson di rumah sakit gratis. Namun tetap ada biaya pengeluaran selama perawatan Nelson di rumah sakit, yakni biaya laundry. Heni juga mengaku kebingungan terkait ada beberapa dermawan yang ingin menyampaikan santunan kepada Nelson, namun Heni enggan menerimanya karena bagi Heni, terkait materi (uang) sangat sensitif.

“Terus terang saya juga bingung soal ada beberapa bantuan (uang) yang datang untuk Pak Nelson, tapi saya tak mau menerimanya. Ada baiknya persoalan bantuan (uang) itu difasilitasi oleh pihak berkompeten. Mungkin dalam hal ini Dinas Sosial Rejang Lebong,” ujar Heni.

Heni pun berharap ada pihak berkompeten yang bersedia mengkoordinir dan menjadi fasilitator untuk mengelola sumbangan dari pihak-pihak yang peduli. Mungkin bisa jadi di luar sana ada banyak orang yang ingin membantu Nelson tapi tidak tahu kemana akan disampaikan.

“Setidaknya, dari santunan itu akan dipergunakan untuk membayar jasa laundry selama perawatan Pak Nelson di rumah sakit,” demikian Heni.

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *