Wakil Bupati Rejang Lebong Kukuhkan Kelompok Ibu-Ibu ‘Penyelamat Bumi’

Sambutan (kiri-kanan), Ketua KP2L Rita Wati,Kades Pal VIII Prisnawati, Perwakilan Balai Besar TNKS Yudi Lesmana, Wabup Rejang Lebong Iqbal Bastari. (Foto : Aji Asmuni/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, REJANG LEBONG – Sejak dibentuk 9 Juli lalu, akhirnya Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KP2L) dikukuhkan oleh Wakil Bupati Rejang Lebong, Iqbal Bastari, Sabtu (12/8/2018). Pengukuhan KP2L yang dinamakan ‘Maju Bersama’ dan diketuai Rita Wati ini digelar di Balai Desa Pal VIII Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR) Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.

Meski sederhana, seremoni yang dihadiri pejabat pemerintahan dari lintas sektor baik dari kabupaten maupun provinsi dan akademisi dari Universitas Bengkulu dan pihak pendukung lainnya ini berjalan khidmat.

Kepala Desa Pal VIII Prisnawati mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi atas hadirnya KP2L yang ada di desanya. Mengingat KP2L ini baru dibentuk, sambung kades, tentu masih butuh banyak dukungan dan bimbingan dari banyak pihak. Khususnya dalam hal pemberdayaan perempuan dan terkait wawasan tentang (pelestarian) kehutanan.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir. Tadinya kami sempat berfikir, kegiatan ini jangan-jangan tidak banyak yang mendukung. Ternyata kekhawatiran kami terobati. Terlepas dari itu, intinya tolong bimbing dan dukung kami”, kata kades.

Kades menambahkan, sebisa mungkin desanya akan memanfaatkan kawasan atau Zona Pemanfaatan Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang dalam hal ini Hutan Mahoni, Damar dan Pinus (Madapi). Di kawasan itu, KP2L nantinya akan menanam tanaman bermanfaat, baik itu tanaman obat-obatan, buah maupun bunga.

“InsyaAllaah akan kami manfaatkan kawasan semaksimal mungkin dan hasilnya untuk masyarakat itu juga. Namun ini semua butuh proses panjang dan tidak terlepas dari dukungan semua pihak”, demikian Prisnawati.

Wakil Bupati Rejang Lebong Iqbal Bastari dalam sambutannya mengatakan, ia sangat mendukung apa yang sedang dan akan dilakukan ibu-ibu di Desa Pal VIII yang memiliki visi misi hidup yang sangat mulia tersebut. Mengingat KP2L ini sepengetahuannya merupakan pelopor kelompok peduli lingkungan di Rejang Lebong yang dikelola khusus perempuan.

“Saya sangat setuju kegiatan ibu-ibu di desa ini. Bila perlu ke depannya, secara pribadi saya siap memfasilitasi ibu-ibu desa dalam berkegiatan nantinya ke kementerian di Jakarta. Tapi yang pergi perwakilannya saja, jangan semua”, kata Iqbal sembari bergurau.

Ibu-ibu yang tergabung dalam KP2L Desa Pal VIII  (Foto : Aji Asmuni/RedAksiBengkulu)
Anggota KPPSWD  (Foto : Aji Asmuni/RedAksiBengkulu)

Ketua KP2L Rita Wati sendiri ketika dikonfirmasi apakah sejauh ini dalam mengkoordinir anggotanya mengalami kendala? Ia menjawab, secara umum tidak ada. Meski satu sisi diakui Rita, ia dan anggotanya masih sangat minim terhadap wawasan isu lingkungan hidup dan (pelestarian) kehutanan.

“Kalau memang ada ibu-ibu yang tidak bisa diajak berkumpul, alasannya jelas. Mereka sedang bekerja di kebun (baik upahan atau urus kebun sendiri). Biasanya, solusi ketemuan itu saat pengajian atau arisan. Di sela-sela itulah biasanya saya mengajak anggota berkumpul”, terang Rita.

Sementara itu, dikatakan perwakilan dari  Balai Besar TNKS wilayah Bengkulu – Sumatera Selatan, Yudi Lesmana, Desa Pal VIII ini pada 2010 lalu pernah menjadi desa binaan atau desa konservasi TNKS yang juga pernah mendapat bantuan ternak.

Sarana umum yang sedang dibangun di Hutan Madapi. (Foto : Aji Asmuni/RedAksiBengkulu)
Hutan Madapi. (Foto : Aji Asmuni/RedAksiBengkulu)
Hutan Madapi. (Foto : Aji Asmuni/RedAksiBengkulu)

Di 2013, kawasan TNKS khususnya Hutan Madapi yang memiliki luas lahan sekitar 212 hektar ini, mulai diseriusi pihaknya untuk dijadikan Hutan Wisata. Yang mana hasil dari pendapatan Hutan Wisata itu nantinya akan masuk ke kas negara yakni, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Usai pengukuhan, acara dilanjutkan dengan agenda Dialog Para Pihak yang dipandu oleh Dedek Hendry dari LiVE Indonesia. Lalu dilanjutkan Pelatihan Pupuk dan Pestisida Organik. Pada Pelatihan Pupuk dan Pestisida Organik, komposernya disampaikan oleh Yulia.

Pelatihan pupuk dan pestisida organik, Ketua KP2L menunjukkan hasil komposisi berupa perangsang buah. (Aji Asmuni/RedAksiBengkulu)
Pelatihan pupuk dan pestisida organik, Ketua KP2L menunjukkan hasil komposisi berupa perangsang buah. (Aji Asmuni/RedAksiBengkulu)
Pelatihan pupuk dan pestisida organik, tumpukan pupuk organik. (Foto : Aji Asmuni/RedAksiBengkulu)
Yulia (rambut pendek) berpamitan  (Foto : Aji Asmuni/RedAksiBengkulu)

Yulia sendiri sebenarnya merupakan salah seorang guru aktif di salah satu SMP di Kota Bengkulu. Di kegiatan ini, Yulia bersedia berbagi ilmu tentang cara membuat pupuk dan pestisida organik kepada anggota KP2L dengan tanpa dibayar.

“Desa ini sangat potensial sekali jika ditanami buah-buahan. Apapun itu tanaman buah, bisa menghasilkan. Apalagi kalau ditanam anggur hijau. Saya optimis sekali dengan desa ini”, kata Yulia ditemui usai pelatihan.

Dalam berkegiatan, P2PL selama ini didukung oleh Lembaga Kajian, Advokasi dan Edukasi (LiVE Indonesia), KPPSWD (Komunitas Perempuan Penjaga Situs Warisan Dunia). Pihak pendukung lainnya juga diberikan oleh Yayasan Pemberdayaan Untuk Perempuan dan Anak (PUPA) Bengkulu dan RedAksiBengkulu.co.id, sebagai media partner.

Sementara itu, dari audiens yang hadir dan berdialog, menghasilkan komitmen bersama dan ditandatangani oleh semua pihak yang hadir, yang isinya, mendukung dan bersepakat untuk ;

  1. Memperkuat inisiatif perempuan untuk berparsipasi dalam pengelolan lingkungan hidup guna menjaga kelestarian lingkungan hidup dan peningkatan kesejahteraan perempuan (masyarakat desa)
  2. Membangun Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KP2L) ‘Maju Bersama’ sebagai percontohan
  3. Membentuk forum komunikasi dan kordinasi.

 

Berikut nama-nama pihak yang hadir dan menandatangani kesepakatan ;

  1. Wakil Bupati Rejang Lebong, Iqbal Bastari
  2. Balai Besar TNKS, Yudi Lesmana
  3. Balai Besar TNKS, Sutoto
  4. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bengkulu, Kafrizan
  5. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu, Tantomi
  6. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu, Dedy Wijaya
  7. Jurusan Kehutanan Universitas Bengkulu, Yansen
  8. Jurusan Kehutanan Universitas Bengkulu, Putranto Budi Agung Nugroho
  9. Kepala Desa Pal VIII, Prisnawati
  10. Walhi Bengkulu, Ujang Fitra Aprianto
  11. Yayasan PUPA Bengkulu, Grasia Renata Lingga
  12. RedAksiBengkulu.co.id, Aji Asmuni
  13. LiVE Indonesia (LiVE Knowledge), Dedek Hendry
  14. LiVE Indonesia (LiVE Knowledge), Oktari Sulastri
  15. KPPSWD, Intan Yones Astika
  16. Pendamping Desa Kecamatan Bermani Ulu Raya, Repi Ariani

 

 

 

Laporan : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *