Sekretaris YRSBU : Kami Sangat Menyayangkan Unras Dipolitisir Bupati

Yayasan Ratu Samban Bengkulu Utara  (YRSBU) atau yayasan versi Imron Rosyadi juga menggelar pertemuan dengan dosen, karyawan dan mahasiswa, Senin (24/7/2017). (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Sekretaris Yayasan Ratu Samban Bengkulu Utara (YRSBU) Novriandi mengatakan, pengakuan Dewan Pendiri Unras, Iskandar Kasim yang menyatakan, bahwa terbentuknya kepengurusan baru YRSA itu berdasarkan permintaan Bupati Bengkulu Utara Mian, pihaknya sangat menyayangkan hal itu. (Baca : Dewan Pendiri : Demi Unras, Yayasan Baru YRSA Itu Dibentuk Memang Atas Permintaan …..)

Itu artinya, kata Andi, ada indikasi bahwa Universitas Ratu Samban (Unras) Argamakmur telah dimasuki kepentingan politik. Sehingga atas kebijakan kepala daerah tersebut, berdampak pada 200 mahasiswa Unras. Yakni, yang mana ratusan mahasiswa Unras penerima beasiswa dari Pemkab Bengkulu Utara bahwa sampai saat ini belum menerima beasiswa tersebut.

“Sangat disayangkan sekali sikap kepala daerah. Ini merupakan sebuah tindakan yang tercela. Yang mana dunia pendidikan dicampuradukkan dengan kepentingan politiknya”, kata Andi.

Andi menambahkan, seharusnya sikap bupati membesarkan dan memajukan dunia pendidikan tanpa mempolitisir Unras. Dan hal ini menjadi bukti, bahwa ada indikasi sentimen pribadi Bupati Mian dengan mantan Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi.

“Padahal dulunya mereka merupakan pasangan pimpinan Bengkulu Utara”, sambung Andi.

Bupati Mian, lanjut Andi, semestinya dengan hak kuasanya saat ini, harus bersikap lebih bijak dalam melihat kondisi Unras. Bukan malah sebaliknya, tega menahan beasiswa mahasiswa Unras. Sementara diketahui bersama, bahwa beasiswa tersebut bersumber dari APBD Bengkulu Utara yang juga merupakan uang rakyat yang diperuntukkan kepentingan kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Bengkulu Utara dalam hal ini mahasiswa Unras.

“Sikap bupati yang meminta agar mendirikan yayasan baru (Yayasan Ratu Samban Argamakmur/YRSA), untuk mengelola Unras, itu jelas mengacaukan Unras. Ini sudah bukan lagi kepala daerah yang menjadi tauladan. Karena seharusnya seorang kepala daerah bertanggungjawab atas kemajuan dan membesarkan dunia pendidikan, terkhusus di Unras ini”, kata Andi lagi.

Pun begitu, selaku Sekretaris di YRSBU yang sudah 17 tahun mengelola bantuan dari Pemkab Bengkulu Utara untuk Unras ini, tidak akan bersikap gegabah membawa masalah ini ke ranah hukum. Karena pihaknya masih akan fokus terlebih dahulu membenahi internal Unras khususnya memilih dan menetapkan Rektor Definitif agar ijazah mahasiswa yang akan diwisuda kelak, legal.

“Kami akan fokus menyelesaikan permasalahan di (internal) Unras dulu supaya  tetap berjalan aktif seperti biasanya tanpa mengganggu aktivitas akademis”, demikian Andi.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Firdaus
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *