SMAN 1 Merigi Potong Tumpeng, SDN 5 Merigi Potong Pohon

0
71

Laporan : Hendra Afriyanto

Wakil Bupati Kepahiang, Netty Herawati memotong tumpeng di SMA Negeri 1 Merigi dalam rangka HUT ke-10 sekolah dan pembukaan PORSI. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – SMA Negeri 1 Merigi Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, Senin (27/2/2017) pukul 10.00 WIB, menggelar Pekan Olahraga dan Pentas Seni Siswa (POPSI) ke-5 sekaligus memperingati HUT ke-10 SMAN 1 Merigi. Seremoni tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kepahiang, Netty Herawati dengan ditandai pemukulan gong.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Kepahiang berharap, kegiatan ini bukan sebatas seremonial semata melainkan lebih ke introspeksi atas apa yang sudah dikerjakan, dan apa saja yang sudah tercapai dari yang ditargetkan.

“Berharap setiap SMA/SMK harus berinovasi dalam kegiatan belajar mengajar,” ucap Netty.

Hadir juga Sekda Kepahiang Zamzami Z, Kepala SMA/SMK se-Kabupaten Kepahiang dan anggota PGRI Kepahiang.

Akhirnya pohon tumbang yang menimpa ruang kelas 1 dan 2 SD Neger 5 Merigi sudah dipotong dan dibereskan. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

Di sisi lain, di hari yang sama dan di kecamatan yang sama, ada juga kegiatan di SD Negeri 5 Merigi di Desa Lubuk Penyamun. Namun kegiatan ini bukan seremoni, melainkan sedang bergotong-royong mengevakuasi dan membereskan batang Pohon Bawang yang tumbang di sekolah tersebut.

 

Berita Terkait :

Pohon Tumbang Hampir Robohkan Ruang Kelas Di Sekolah Dasar Ini

 

Kepala SD Negeri 5 Merigi, Jarnilawati, mengungkapkan, penebangan pohon dilakukan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepahiang dan guru-guru sekolah setempat. Pengerjaan dilakukan dengan alat seadanya, seperti sinso (chain saw) dan parang/golok.

Meski pohon besar yang menimpa atap ruang kelas 1 dan 2 itu sudah dibereskan, namun Jarnilawati masih belum puas. Dijelaskannya, bahwa ia terus dibayangi kebingungan untuk merehab atap yang rusak tersebut. Sementara dana di sekolah tersebut tidak ada.

“Kalau pun kami (pihak sekolah) mengandalkan dana BOS untuk perehaban atap bangunan itu, rasanya terlalu lama. Sementara murid-murid harus terus belajar setiap hari”, terang Jarnilawati.

Ditambah lagi, sambungnya, meski pihak Dinas Pendidikan sudah meninjau musibah yang terjadi di sekolahnya, namun kedatangan perwakilan dinas (pendidikan) itu tidak memberikan solusi. Maksudnya, belum ada kebijakan untuk menyikapi kerusakan atap bangunan sekolah.

“Yang juga buat kami bingung, orang dinas pendidikan sudah datang tapi belum putus(kan) (kebijakan). Padahal kami menanti apa sikap dari pihak dinas (pendidikan). Mungkin kami akan menunggunya sampai 3 hari ke depan”, papar Jarnilawati.

Lanjutnya, pada dasarnya pihak sekolah mengkhawatirkan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) murid-murid terganggu. Mengingat cuaca belakangan ini hampir setiap hari hujan terus.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.