Tak Direspons Pemerintah, Warga Dari 5 Desa Ini Swadaya Rehab Jalan Kabupaten

Warga dari 5 desa sedang merehab jalan lapen dengan rabat beton di jalan lintas Desa Tanjung Karet – Kota Agung Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, Minggu (18/6/2017).  (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Minggu (18/6/2017) pagi, warga dari 5 desa merehab jalan lapen dengan rabat beton di jalan lintas Desa Tanjung Karet – Kota Agung Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. Padahal jalan tersebut seharusnya kewenangan Pemkab Bengkulu Utara.

Sebab jalan itu diperbaiki karena kondisinya rusak parah. Sejak dibangun, jalan lintas di 5 desa yaitu Desa Tanjung Karet, Talang Pungguk, Talang Ginting, Kertapati dan Talang Ginting Baru itu tidak pernah diperbaiki oleh Pemkab Bengkulu Utara.

Ketua Forum Kades Kabupaten Bengkulu Utara (FKKBU) Gulam Wahyudi membenarkan jika rehab jalan dengan swadaya masyarakat itu untuk membuka mata Pemkab dan DPRD Bengkulu Utara, bahwa di wilayah yang dekat dengan ibukota kabupaten masih ada infrastruktur jalan yang sangat memprihatinkan.

“Kami sudah beberapa kali ajuan proposal namun tidak pernah diindahkan pemerintah kabupaten. Makanya kami sepakat merehab jalan ini secara swadaya. Mengingat jalan ini merupakan jalan alternatif yang vital bagi warga 5 desa”, katanya.

Warga itu juga merasa seperti dianaktirikan Pemkab Bengkulu Utara, karena terkesan pembangunan jalan lebih diprioritaskan di daerah pemilihan (dapil) II, sementara pembangunan di dapil IV sangan minim.

Di lokasi, warga dari 5 desa itu pagi-pagi sudah berkumpul lalu memulai pekerjaan dengan membersihkan rumput-rumput yang telah menutupi badan jalan lapen tersebut. Pekerjaan yang dilakukan gotong royong itu sumber dananya juga dilakukan secara swadaya.

Pantauan wartawan, alat pengaduk material batu pasir dan semen (molen) terlihat sedang bekerja termasuk puluhan warga dari 5 desa.

Di sisi lain, sebelum diperbaiki, jalan ini sering terjadi kecelakaan, bahkan ada warga yang meninggal dunia. Ada juga pernah terjadi mobil masuk ke jurang.

“Pun demikian, kami masih tetap berharap Pemkab Bengkulu Utara untuk memperhatikan infrastruktur jalan ini”, demikian Gulam Wahyudi.

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *