Ternyata Lokasi Ditemukan Fosil Hewan Purba Pernah Akan Disewa PLTA Ujan Mas untuk Buang Lumpur

0
380
Penggiat Budaya Kepahiang, Watini (paling depan) bersama Tim Arkeologi Palembang. [Foto ; Watini]

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Sebagaimana diketahui, bahwa di Desa Suro Muncar Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu tepatnya di sawah milik Ramli, sedang dilakukan penggalian dan penelitian temuan fosil hewan purba oleh tim dari Balai Arkeologi Palembang. Ternyata sawah itu, kata kepala desa setempat, Sukri Jaya, pernah akan disewa oleh PT PLN (Persero) Dalkit Bengkulu (SBKL) atau PLTA Musi Ujan Mas.

“Beberapa waktu lalu, Ramli pernah datang dan bercerita, bahwa sawahnya akan disewa. Pihak PLTA akan menggunakan lahan itu untuk tumpukan lumpur hasil sedotan dari Sungai Musi. Kalau ini jadi, tentunya akan menyulitkan penelitian lanjutan dari Baldan Arkeolog”, kata Sukri, Sabtu (21/4/2018).

Berita Terkait : Di Desa Ini Ditemukan Fosil Hewan Purbakala Yang Hidup di Zaman Mesolitikum

Kepala Desa Suro Muncar Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, Sukri Jaya. [Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu]
Mengingat temuan benda prasejarah di desanya jauh lebih penting, Sukri berharap ada perhatian dari Pemkab Kepahiang mengenai status lahan sawah milik Ramli tersebut. Karena pihak Balai Arkeolog Palembang juga menganjurkan, agar sawah itu untuk tidak lagi digarap demi kepentingan penggalian dan penelitian lanjutan.

“Sebab dari penelitian tim, di areal sawah itu diperkirakan masih banyak peninggalan-peninggalan benda-benda kuno”, lanjutnya.

Mengetahui ada wacana sawah itu akan dimanfaatkan PLTA untuk lokasi pembuangan lumpur, pihak Balai Arkeolog Palembang menyarankan pihak PLTA Ujan Mas untuk berkoordinasi pada pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait. Karena menurut ketua tim, Kristantina Indriastuti, ada kemungkingan sekitar 50 buah Tempayan Kubur ada di areal sawah itu.

“Kalau PLTA mau memanfaatkan areal itu, koordinasi dulu ke dinas terkait. Soalnya di lokasi penggalian dan penelitian itu banyak kami temukan bermacam-macam jenis batu. Seperti obsidian, batu rijang atau kapak batu”, kata Kristantina melalui telepon genggamnya kepada RedAksiBengkulu.co.id.

 

Laporan : Hendra Afriyanto

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.