Tersangka Korupsi Dispora Bengkulu Utara Akan Dipindahkan ke Lapas Malabero Setelah …

0
57
Foto Ilustrasi

Laporan : Firdaus

Salah seorang tersangka kasus dugaan korupsi di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bengkulu Utara ketika menjalani pemeriksaan kesehatan di Poliklinik Kejari Argamakmur. (Foto : Firdaus/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Lima tersangka kasus dugaan korupsi di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bengkulu Utara memasuki pelimpahan tahap II. Yakni pelimpahan berkas dan tersangka dari penyidik Polres Bengkulu Utara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Argamakmur.

Kelima tersangka itu adalah TJ, PW dan Ss sebagai PPHP (Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan), mantan Kepala Dispora Bengkulu Utara NT dan mantan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bengkulu Utara, EZ. Para tersangka segera disidangkan setelah menjalani masa penahanan JPU selama 20 hari ke depan.

Empat dari lima tersangka TJ, PW, NT dan EZ, dalam pantauan jurnalis di Kejari Argamakmur, Kamis (23/3/2017), terlihat mondar-mandir di antara ruang tunggu dan ruang penyidik. Mereka tengah menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk pemeriksaan kesehatan untuk menghadapi persidangan nanti. Namun untuk tersangka Ss masih menjadi tahanan kota lantaran bayinya.

Hanya saja, untuk memudahkan menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Bengkulu kelak, para tersangka yang kini ditahan di Lapas Argamakmur, akan dipindahkan ke Lapas Malabero Bengkulu. Tapi setelah pelimpahan status dan berkasnya ke pengadilan nanti.

Kepala Kejari Argamakmur Fatkhuri melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Dodi Junaidi membenarkan kelima tersangka itu tengah menjalani pemeriksaan lanjutan dan akan menjadi tahanan JPU selama 20 hari ke depan sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu.

Sembari menunggu jadwal persidangan, sambung Dodi, kelima tersangka diharapkan bisa mengembalikan kerugian negara yang mencapai Rp 220 juta tersebut sebagai bahan pertimbangan keringanan hukuman bagi pengadilan.

“Baiknya uang kerugian negara dikembalikan supaya bisa dikembalikan ke Kas Negara. Ini juga demi keringanan hukuman para tersangka”, kata Dodi.

Ditanya terkait adanya tersangka lain selain kelima tersangka tersebut, Dodi menjawab belum ada. Pihaknya, kata Dodi, fokus terhadap kelima tersangka. Disinggung lagi jika ada indikasi tersangka lain apakah calon tersangka lain itu akan dijadikan disidangkan secara bersamaan atau terpisah, Dodi tetap enggan berkomentar.

“Soal adanya dugaan tersangka lain itu nanti dipelajari lagi setelah selesai permasalahan kelima tersangka ini”, tutupnya.

Disebut-sebut, calon tersangka lain itu dari pihak KONI Bengkulu Utara. Terduga itu diindikasikan turut berperan dalam ‘lalulintas’ keuangan organisasi olahraga ini.

Di sisi lain, terkait imbauan pengembalian kerugian negara, ketika diwawancarai awak pers, mantan Ketua KONI Bengkulu Utara ini mengungkapkan, mengingat pengembalian uang itu jumlahnya tak sedikit, ia akan memusyawarahkannya dengan rekan-rekan tersangka lainnya terlebih dulu. Jika sepakat, sambungnya, akan dikembalikan ke negara.

“Niatnya pasti untuk mengembalikan kerugian negara itu. Tapi tidak bisa cuma satu atau dua orang yang memutuskan. Karena ini kan masalah bersama”, jawab EZ.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.