Wadir Dit Narkoba Polda Bengkulu : Provinsi Bengkulu Produsen Ganja 

Laporan : Tata Riri

Ilustrasi Ladang Ganja (Foto : ntmcpolri.info)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Maraknya peredaran narkoba khususnya di Provinsi Bengkulu menjadi perhatian khusus Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu. Wakil Direktur Direktorat Narkoba Polda Bengkulu, Supriadi mengatakan, jaringan narkoba sudah masuk ke dalam semua kalangan, termasuk kalangan pelajar.

Tren narkoba saat ini, katanya, semakin meningkat setiap tahunnya. Dan kasus terkait narkoba paling banyak adalah dari kalangan SMP,  yakni kasus penyalahgunaan sabu-sabu. Maka dari itu, peran orangtua dalam mengawasi anak-anaknya sangat diperlukan demi masa depan anak yang jauh dari jeratan narkoba.

Sebab remaja adalah kalangan yang rentan terhadap suatu fenomena dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.  Sehingga memudahkan narkoba masuk ke dalam kalangan remaja. Selain itu, kurangnya pengawasan dari orang tua maupun lingkungan sekitar menjadikan remaja bebas melakukan hal yang dianggap baru oleh dirinya.

“Kami (polisi) tidak bisa mencegah peredaran narkoba sendiri. Tentu kami butuh dukungan maupun partisipasi masyarakat untuk sama-sama mencegah peredaran narkoba. Kami juga perlu mengawasi pergaulan maupun perilaku remaja”,  ujarnya. 

Di sisi lain, Bengkulu bukan hanya menjadi wilayah pengguna narkoba yang tinggi, melainkan sebagai produsen narkoba. Ini dibuktikan adanya penemuan ladang ganja di beberapa titik di Provinsi Bengkulu.

Di antaranya, penemuan 2 hektar ganja di Bukit Sanggul Desa Air Selimang Kecamatan Seberang Musi Kepahiang serta 5,5 hektar ganja di Desa Lubuk Alai Kecamatan Padang Ulak Tanding ( PUT ) Kabupaten Rejang Lebong beberapa waktu lalu.

“Bengkulu ini sudah bisa dikatakan termasuk daerah produsen narkoba, khususnya ganja. Sudah banyak penemuan ladang ganja di Bengkulu ini”, jelasnya saat menghadiri Seminar Nasional PMII Bengkulu, Jumat (17/03/2017) siang.  

Masyarakat juga diharapkan mendukung pencegahan peredaran narkoba di Bengkulu menngingat kondisi Bengkulu saat ini sudah mengkhawatirkan, sehingga seluruh stakeholders diharapkan bisa berkontribusi dalam penanggulangan narkoba di Bengkulu.

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *