Tinjau 2 Jembatan Rusak, Dinas PU Provinsi : Ini Kewenangan dan Tanggungjawab Dinas PU Kepahiang

0
124
Tim dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu yang memantau langsung jembatan Air Lanang Desa Tanjung Alam, Kepahiang. (Foto : Aji Asmuni/RedAksiBengkulu)

Laporan : Zakaria H. Al-Ra’zie

Tim dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu yang memantau langsung jembatan Air Lanang Desa Tanjung Alam, Kepahiang. (Foto : Aji Asmuni/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bengkulu, Selasa (28/6/2016) siang meninjau dua unit jembatan yang rusak parah di Desa Tanjung Alam Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang. Ini setelah sebelumnya Gubernur Bengkulu, H. Ridwan Mukti menginstruksikan kepada Asisten II Setprov Bengkulu, Iskandar ZO melalui akun twitter-nya.  

Peninjauan kedua jembatan itu dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu, Buyung Azhari, didampingi Kepala Seksi (Kasi) Jembatan Dinas PU Provinsi, Ujang Sehat beserta beberapa staf lainnya. Saat akan memasuki desa lewat jembatan utama, pintu masuk desa, tim menghentikan laju kendaraannya dan turun memeriksa kondisi jembatan apakah aman untuk dilewati mobil atau tidak.

Sekretaris Desa Tanjung Alam, Yono Kodi yang berada di lokasi siang itu langsung mengajak tim melihat kondisi ril jembatan kedua yang sebagian lantai papannya sudah rapuh dan berlubang.

Buyung Azhari menyampaikan, bahwa kedua jembatan tersebut merupakan kewenangan dan tanggungjawab Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepahiang. Oleh karena itu, setelah ini pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PU Kepahiang untuk mencari penyelesaian terbaik dari persoalan ini.

“Kalau dilihat kewenangannya, ini kewenangan kabupaten (Dinas PU Kepahiang, red). Cuma kan bukan itu persoalannya. Kami akan berkoordinasi ke pihak kabupaten selepas peninjauan lapangan ini. Kami akan tanya bagaimana mengatasi kondisi jembatan yang rusak ini,” ujar Buyung.

Ditambahkannya, jika nanti dalam proses perencanaan perbaikan jembatan ini pihak Kabupaten Kepahiang terkendala di pendanaan, setidaknya Pemprov Bengkulu akan berusaha untuk membantu mencari atau menyediakan anggarannya.

“Kalau memang mereka (Dinas PU Kepahiang) nanti tidak tersedia anggaran, kami akan mengupayakan membatu dari provinsi. Dan itu kalau ada dananya,” demikian Buyung.

Senada dengan Buyung, Ujang Sehat menambahkan, dari hasil pemeriksaan, idealnya jembatan berlantai kayu tersebut memang harus diperbaharui menjadi jembatan permanen lapis beton.

“Atau minimal untuk sementara ini diganti lantai kayu jembatan dengan lantai lapis kayu yang baru,” timpal Ujang.

Adapun menurut perhitungannya, kisaran biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan sementara kedua jembatan tersebut, sekitar Rp 40 juta.

“Kalau sifatnya penggantian sementara, lantai lapis kayu saja untuk kedua jembatan, ya paling tidak segitu anggarannya,” ujarnya pada RedAksiBengkulu.co.id.

Diketahui, dua unit jembatan itu merupakan akses penopang kehidupan sosial dan ekonomi warga desa setampat. Pertama, jembatan yang menjadi pintu masuk menuju desa. Dan kedua, jembatan yang menghubungankan jalan utama desa dengan bagian lain dari Desa Tanjung Alam. Jembatan kedua ini merupakan akses satu-satunya untuk menuju SDN 05 Ujan Mas di seberang jembatan. Pun hanya melalui jembatan kedua ini pula hasil kebun dan sawah warga dari bagian pedalaman desa dapat di distribusikan ke luar.

 

Berita Terkait  :

Dua Jembatan Ini Terancam Ambruk, Desa Tanjung Alam Terancam Terisolir

Jembatan Desa Tanjung Alam Kepahiang Rusak Parah, Ini Instruksi Gubernur Bengkulu

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.