47 Paspor Calon Tenaga Kerja Indonesia Ditunda Penerbitannya. Alasannya Karena ….

0
25
Press Release Capaian Akhir Tahun 2017 Kantor Imigrasi Bengkulu di Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu. (Foto : Tata Riri/RedAksiBengkulu)
Press Release Capaian Akhir Tahun 2017 Kantor Imigrasi Bengkulu di Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu. (Foto : Tata Riri/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Sebanyak 47 Paspor Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) ditunda penerbitannya (nonprosedural) oleh Imigrasi Bengkulu sepanjang tahun 2017 ini. Hal tersebut dipaparkan oleh Kepala Kantor Imigrasi Bengkulu, Rafli saat Press Release Capaian Akhir Tahun 2017 Kantor Imigrasi Bengkulu di Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu, beberapa hari lalu.

Penundaan penerbitan ini dikarenakan masih banyak CTKI yang belum memenuhi kelengkapan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK) dan lainnya. Hal ini sangat penting untuk kelengkapan data saat ada permasalahan yang timbul terhadap CTKI di luar negeri.

“Bukan kami menunda atau mempersulit penerbitan Paspor CTKI, namun kami ingin melindungi TKI yang bekerja di luar negeri apabila nantinya ada permasalahan dengan majikan atau siapapun, dapat kami bantu. Tapi apabila dokumen tidak lengkap terlebih lagi ilegal, kami merasa kesulitan”, papar Rafli 

Selain itu, Rafli menjabarkan, bahwa Imigrasi Bengkulu telah melakukan penerbitan paspor sepanjang 2017 sebanyak 11.870. Jumlah itu meningkat dibandingkan 2016 lalu sebanyak 10.972 paspor dan di 2015 hanya 8.640 paspor.

“Terjadi peningkatan jumlah penerbitan paspor di 2017 sekitar 17 % dari tahun sebelumnya. Salah satu indikatornya yakni adanya penambahan kuota haji Indonesia, sehingga terjadi peningkatan penerbitan paspor”, tambahnya.

Di samping itu, Imigrasi Bengkulu telah melakukan pendeportasian terhadap 5 Warga Negara Asing (WNA) yang mayoritas berasal dari Tiongkok. Yang mana WNA tersebut tidak dapat menunjukkan dokumen keimigrasian yang sah serta 1 orang WNA yang dipindahkan ke Rudenim Jakarta yang merupakan eks narapidana kasus penipuan di Lapas Bentiring.

 

 

 

Laporan : Tata Riri

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here