Pengadaan Seragam Sekolah di Rejang Lebong
Akan Diawasi dan Dilaporkan Jika Realisasinya Tak Sesuai RKA

0
81
Ilustrasoi Seragam Sekolah. [Foto ; ist]

RedAksiBengkulu.co.id, REJANG LEBONG – Pengadaan seragam sekolah (SD hingga SMP) yang disetujui DPRD Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu pasca verifikasi, dikritik LSM Pengawasan Masyarakat (Pekat) Bengkulu, Ishak Burmansyah. Ishak menuturkan, pihaknya menyesalkan adanya perubahan. Perubahan yang dimaksud yaitu, pengajuan awal pengadaan seragam sekolah yang sebelumnya berupa seragam jadi dengan besaran anggaran mencapai Rp 13,4 miliar diganti menjadi bahan atau dasar kain seragam.

“Mengapa DPRD menyetujui itu  setelah Perubahan APBD (P-APBD) disetujui. Dasar merubahnya harus jelas”, kata Ishak, Rabu (17/10/2018).

Ishak menilai, pengadaan seragam sekolah yang rupanya masih berbentuk bahan kain itu akan memberatkan orangtua/wali siswa. Dan anggaran yang sudah disetujui hingga miliaran rupiah itu semestinya sudah berbentuk seragam jadi.

“Dana itu kan besar. Masa cuma bahan dasar kainnya saja yang diterima siswa”, tukasnya.

Pihaknya, lanjut Ishak, tentunya akan mengawasi proyek miliaran rupiah ini. Bahkan ia pun akan membuat laporan jika dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) ditemukan kesalahan.

“DPRD tidak bisa tutup mata terhadap perubahan RKA tersebut”, tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Rejang Lebong M Ali mengatakan, pihaknya memang menyetujui pengadaan seragam sekolah tersebut berubah menjadi pengadaan bahan dasar seragam. Hanya saja, perubahan itu atas permintaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong.

“Bukan atas usulan DPRD. Lagi pula, perihal waktu juga menjadi kendala jika tetap dilaksanakannya pengadaan seragam jadi”, ujarnya.

Lebih lanjut kata Ali, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah melakukan survei di beberapa daerah serta berkonsultasi dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Rejang Lebong, bahwa untuk pengadaan seragam sekolah banyak yang memberikan bahan dasar kain seragam, bukan seragam jadi.

Berita Terkait : Dinas Pendidikan Pengadaan Seragam SD–SMP, Tapi Cuma Diberikan Bahan Dasar

Untuk diketahui, pengadaan seragam sekolah di Dinas Pendidikan Kabupaten Rejang Lebong tahun anggaran 2018 diketahui sebesar Rp 13,4 Miliar. Dana itu telah disetujui dan disahkan oleh DPRD Rejang Lebong pada pembahasan Perubahan APBD (P-APBD) 2018 pada September lalu.

Jauh sebelumnya, Dinas Pendidikan Rejang Lebong pada P-ABPD 2017 lalu menganggarkan pengadaan seragam sekolah senilai Rp 14 miliar namun tidak bisa dilaksanakan. Kemudian pada APBD 2018 dianggarkan kembali Rp 3,5 miliar dan tidak terlaksana. Barulah terakhir kali dianggarkan kembali di P-APBD P 2018 senilai Rp 13,4 miliar.

Pengadaan seragam sekolah ini diperuntukkan bagi pelajar SD dan SMP. Mulai kelas I SD hingga kelas IX SMP. Jumlah seragam itu terdiri dari 3 set yakni seragam Merah Putih (SD) atau Biru Putih (SMP), Pramuka dan Muslim. Total pelajar yang akan menerima seragam sekolah itu kisaran 45.000 orang.

 

Laporan : Muhamad Antoni

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.