Albert, Bocah Autis Curup – Bengkulu Yang Sejak Lahir Belum Pernah Ada Penanganannya

Albert, bocah Autis yang butuh uluran tangan Dermawan. (Foto : Muhamad Anton/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, REJANG LEBONG – Albert, bocah 8 tahun yang tinggal di Jalan Tirta Kencana Gang Malik No. 16 Kelurahan Banyumas Kecamatan Curup Tengah Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu ini mengalami Autis sejak lahir. Selama 8 tahun itu pula belum pernah mendapatkan perawatan khusus.

Diceritakan ibu Albert, Dumaretha Diana Tampubolon, sejak kecil Albert yang mengalami Autis ini diasuh oleh dirinya sendiri. Suaminya pergi entah kemana meninggalkan ia dan anaknya dikarenakan kemungkinan tidak menerima kondisi Albert.

“Sejak kecil anak ini ditinggal bapaknya. Mungkin karena bapaknya malu mengakui Albert yang kondisinya begini (Autis). Biarlah, saya sendiri yang mengurus Albert,” kata Duma, sapaan Ibu Albert.

Diceritakannya lagi, sejak lahir Albert, ia merasa sebatang kara dalam membesarkan anaknya. Selain tinggal tinggalnya masih menumpang, Duma mengaku kewalahan mencari uang untuk biaya hidup mereka berdua. Terkadang ia dengan sangat terpaksa meminjam uang ke orang-orang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

“Orang tua saya sudah tidak ada lagi. Saya bukannya tidak mau bekerja, tetapi tidak bisa meninggalkan Albert. Anak saya ini suka memukuli orang. Jadi, saya tidak tega meninggalkan dia sendirian atau dibawa kerja. Dukungan keluarga pun tidak ada selama ini”, ucapnya sembari mengingatkan Albert jangan pukul-pukul orang, nak.

Ketika didatangi RedAksiBengkulu.co.id, Albert terlihat senang jika ada tamu. Sesekali Albert menarik tangan tamu minta dielus kepalanya. Sesekali terlihat sikap atau perilaku kasar Albert yang memukuli wajah ibunya, bahkan sampai menggigit ibunya .

“Dia kalau lagi lapar pasti memukul wajah dan kadang menggigit saya. Lihat saja di wajahnya itu ada lebam, itu karena dia pukul sendiri,” cerita Duma.

Dumartha juga menyampaikan, jika sebelumnya ia pernah ditawari temannya untuk merawat Albert di Autis Center Yogyakarta. Hanya saja Duma menolak karena kejauhan. Duma akan lebih senang jika Albert dirawat di Bengkulu.

“Dulu itu pernah ada yang datang, katanya dari Dinas Sosial. Mereka itu datang menawari bantuan. Tapi sampai sekarang tidak jelas”, kenang Duma.

Kini yang ada dibenaknya hanyalah ingin mengurus Albert supaya menjadi anak yang normal. Atau paling tidak, dengan terapi Autis yang akan dijalaninya kelak, akan ada perubahan yang lebih baik pada Albert.

 

 

 

 

 

 

 

Laporan : Muhamad Anton
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *