Pengerjaan Jalan Tebat Laut – Talang Marto Kecamatan Seberang Musi, Kepahiang
Apa Kabar Hasil Tinjauan Jaksa ? DPRD Kepahiang Kok Tak Jadi Sidak ?

0
56
Jalan Tebat Laut - Talang Marto Kec. Seberang Musi, Kepahiang sepanjang 1,4 km dengan anggaran Rp 900 juta dari APBD Kepahiang Tahun Anggaran 2017. [Foto : ist]

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Lebih dari 2 pekan lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang meninjau lokasi pengerjaan pembukaan Jalan Tebat Laut – Talang Marto Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu sepanjang 1,4 kilometer. Peninjauan proyek yang menelan anggaran Rp 900 juta dari APBD Kepahiang Tahun Anggaran 2017 itu dilakukan karena diduga ada kejanggalan dalam pengerjaannya.

Berita terkat : Tak Selesai Dibangun Sesuai Volume, Jalan di Desa Ini Ditinjau Jaksa

Pasca peninjauan, Kejari Kepahiang sampai kini terus melakukan pemanggilan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Pemkab Kepahiang untuk dimintai keterangan terkait pengerjaan proyek tersebut. Menurut info yang terhimpun, ada 7 ASN yang disinyalir sudah diperiksa jaksa.

“Nanti juga dikasih tahu ke rekan-rekan wartawan. Tapi saat ini kami tidak bisa berkomentar apa-apa dulu. Tunggu saja. Harap maklum ya”, kata Kepala Kejari Kepahiang, Lalu Syaifudin melalui Kasi Pidsus, Rusydi Sastrawan.

ASN Dinas PU Kepahiang yang diduga diperiksa jaksa, sedang bersandar di dinding tiang gedung (kiri) dan sedang berjalan masuk ke ruangan mengenakan pakaian batik (kanan). [Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu]
Pantauan RedAksiBengkulu.co.id, dari 7 ASN yang diduga diperiksa jaksa pada Kamis (19/4/2018) lalu, 2 orang diantaranya ASN Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kepahiang. Ini dibuktikan dengan keberadaan keduanya sedang berada di komplek Kantor Kejari Kepahiang.

Di sisi lain, disebut-sebut bahwa lokasi pengerjaan proyek itu akan disidak Komisi III DPRD Kepahiang pada Kamis (3/5/2018) lalu, ternyata tidak jadi. Tidak jadi disidak karena ada indikasi Komisi III tidak mendapat izin dari Koordinator Komisi III yang juga Waka I DPRD Kepahiang, Andrian Defandra. Ini diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kepahiang Agus Sandrila. Menurut Agus, bahwa izin sidak bagian dari mekanisme.

“Ini kan sidak resmi. Waktu itu kami dari Komisi III belum dapat surat resmi dari koordniator kami. Makanya kami batal sidak”, kata Agus.

Meski pada Kamis (3/5/2018) Komisi III DPRD Kepahiang tidak jadi sidak, namun sejumlah awak pers yang sudah di lokasi bersama PPTK proyek tersebut, Junaidi.

Para awak pers bersama PPTK proyek, Junaidi, di lokasi Jalan Desa Tebat Laut – Talang Marto Kecamatan Seberang Musi, saat akan sidak namun tak jadi, pada Kamis (3/5/2018) lalu. [Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu]
Di lokasi Junaidi menjelaskan, indikasi kekurangan volume dan kerusakan pada proyek itu sudah diperbaiki.

“Memang ada beberapa titik yang diperbaiki. Batu yang berserakan itu sudah dihamparkan lagi dan digilas serta dikunci dengan batu ukuran 5/7 hingga padat. Kerusakan jalan disebabkan ada pengendara motor yang melintas jalan yang masih dalam masa pemeliharaan itu ban motornya dibalut dengan rantai”, begitu terang Junaidi.

Sekedar mengulas, dari hasil tinjauan jaksa waktu itu, faktanya di lapangan bahwa pengerjaan pembukaan Jalan Tebat Laut – Talang Marto Kecamatan Seberang Musi dengan volume panjang jalan yang seharusnya dikerjakan 500 meter, namun diperkirakan baru sekitar 200 meter yang diselesaikan. Sedang 300 meter masih terlihat tumpukan batu besar yang belum dihaluskan aspal. Dari kondisi itu juga, kendaraan bermotor terpaksa tidak bisa melintas di jalan tersebut.

Atas dasar itulah sehingga jaksa turun ke lokasi guna meninjau dan memeriksa sejumlah pihak yang berkaitan dengan proyek jalan tersebut.

 

Laporan : Hendra Afriyanto

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here