Bangkai Beruang Ditemukan Di Sawah Desa Suro Bali Kecamatan Ujan Mas Kepahiang

Bangkai Beruang yang ditutupi lumpur dan jerami. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, KEPAHIANG – Seekor Beruang, diduga jenis Beruang Madu, ditemukan oleh petani Komang Widana,  sudah menjadi bangkai di sawahnya di Desa Suro Bali Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Ketika itu, Sabtu (17/6/2017), Komang Widana hendak ke sawahnya untuk mengusir burung.

Ceritanya kepada RedAksiBengkulu.co.id, saat itu ia sedang mengusir burung dengan mengitari sawahnya. Dari kejauhan ia melihat sawahnya rusak dan tercium bau tak sedap. Ternyata setelah didekati bangkai seekor beruang mati tergeletak dan sudah dikerumuni lalat.

“Pas saya dekati, Beruang itu moncong (mulut) nya putih. Baunya (bangkai) nyengat. Kemungkinan matinya sudah lebih dari sehari”, ujar Komang.

Agar bau bangkai itu tak menyebar, Komang pun berinisiatif menimbun bangkai Beruang tersebut dengan lumpur dan jerami (batang padi kering).

Ketika disinggung adakah upaya melapor ke perangkat desa agar selanjutnya pihak desa menindaklanjutinya ke pihak berkompeten, Komang mengaku tidak melaporkannya. Alasannya, perihal Beruang mati di sawahnya itu hampir semua warga desa sudah tahu.

“Beruang mati ini sudah banyak yang tahu. Saya juga malas lapor ke kades karena saya rasa informasi beruang mati ini sudah sampai ke perangkat desa. Bagusnya perangkat desa itu yang tanggap dan melapor ke pihak berkompeten”, ujar Komang.

Komang juga menjelaskan, sebelum  Beruang itu mati, sering terlihat di kawasan persawahannya. Bahkan Beruang itu sering bersembunyi di semak-semak bambu dekat sawahnya.

“Mungkin di situ tempat tinggalnya”, kata Komang.

Rumpun bambu yang disebut-sebut tempat Beruang berdiam diri. (Foto : Hendra Afriyanto/RedAksiBengkulu)

Lanjut Komang, ia juga sering melihat Beruang itu muncul di dekat rumpun bambu. Suatu hari Komang pernah melihat ada petani perempuan bersama anaknya lewat di rumpun bambu itu. Ketika itu juga sedang ada Beruang tersebut. Namun kenyataannya Beruang itu tidak menyerang orang yang sedang lewat di dekatnya.

“Kalau dipikir Beruang itu buas dan agresif sama orang, mungkin petani dan anaknya itu sudah diserang. Tapi, sering kali mereka lewat di dekat Beruang itu tidak diserang. Itu artinya, Beruang itu menyerang orang ketika Beruang itu terancam”, sambung Komang Widana.

Sebelumnya diketahui, ada warga Desa Tanjung Alam diserang Beruang. Seperti dialami Debi, ia mengalami luka pada betis dan jari manis sebelah kanan putus akibat diserang Beruang, Sabtu (13/5/2017), di kawasan perkebunan Talang Air Tua, Desa Tanjung Alam. Termasuk di warga Desa Suro Bali pun juga ada yang diserang Beruang.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti penyebab Beruang itu mati, begitu juga kepastian kapan matinya Beruang itu. Pihak berwenang terkait satwa langka itu pun juga belum turun ke lokasi.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Hendra Afriyanto
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *