Bengkulu Berbagi Dalam ‘Disharmonis Asimetris’ : Berbagi dengan Apa yang Kau Bisa

 “Keindahan dalam diri manusia hadir karena rasa cinta yang tergugah akan keharmonisan alam (lingkungan hidup) yang diserap oleh diri manusia dalam tiap waktu”

Street Performance ‘Ngamen’ musik etnik dan modern dari lintas komunitas seni yang ada di Bengkulu, di Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu, Rabu, 14 Juni 2017. (Foto : dr. Diana)

Kreatifitas bisa kita dapatkan dari apa saja dan tentu dimana saja. Ia tidak pernah dibatasi oleh apapun. Ruang-ruang, waktu juga kejadian-kejadian tidak pernah menjadi penghalau untuk terus melakukan sesuatu. Karena itu, “Bengkulu Berbagi” dilahirkan menjadi sebuah aktivitas kreatif semua kalangan, untuk menumbuhkan rasa cinta kepada siapa saja

“Disharmonis  Asimetris” dipilih sebagai tema kegiatan. Ia semacam peristiwa kesenian yang ingin mempertemukan banyak orang dalam sebuah kejadian remeh-temeh yaitu ‘berbagi’. Tentu berbagi apa saja. Berbagi kebahagiaan lewat benda-benda yang sudah lama kita simpan namun jarang dimanfaatkan, berbagi uang lebih, juga berbagi energi baik ke seluruh penjuru. Terutama kepada adik-adik manis di panti asuhan, dalam hal ini di Panti Asuhan Swasta Mandiri Kelurahan Padang Serai, Kota Bengkulu.

Lalu seniman-seniman muda berkumpul, berkolaborasi dan menciptakan serangkaian kegiatan seru sejak 10 hingga 18 Juni 2017. Diantaranya pemutaran film, pameran fotografi, street performance, dan pameran lukisan sekaligus lelang karya.

 

 

Pemutaran Film dan Pameran Fotografi

“Bengkulu Berbagi” dibuka dengan kegiatan Pemutaran Film dan Pameran Fotografi. berlangsung pada Sabtu, 10 Juni 2017 di Ruang Rupa Taman Budaya Bengkulu. Ada beragam genre film yang diputar. Film fiksi : Si Anak Pisang, Why, Mimpi, before, Si Jundai, Adam. Film Eksperimental “Huh”, juga Film Dokumenter yaitu Batu Cincin.

Di lokasi dan jam yang sama, juga dipajang beragam karya foto dari Taufik K, Yeski Afrika, M.Affif, Sandi B, Deby Eka Putra, Idang Serawai, M. Apriadi, Emilson, Novan Ariespen, Iqbal Pambudi. Foto-foto tersebut dijual mulai harga Rp 5.000,- per foto.

 

Street  Performance

Acara berlangsung pada Rabu, 14 Juni 2017  jam 15.00 – 19.00 WIB, berlokasi di Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu. “Ngamen” dengan menampilkan pertunjukan musik etnik dan modern dari lintas komunitas seni yang ada di Bengkulu, yaitu KSJM, Sanggar Malabero, Rentak Gading, IDP, Sanggar Gabe, Teater Jengkal, Himamira ISI Padang Panjang, LKS, Antermo Band, Biang Jimbe, Nyokola Belungguk. Kegiatan Ngamen diakhiri dengan buka bersama.

 

Pameran Amal Seni Rupa dan Lelang Karya

 Ada 24 lukisan karya M. Affif yang dipamerkan dan dilelang sejak 14 Juni 2017 dan ditutup 18 Juni 2017, sekaligus menutup rangkaian kegiatan “Bengkulu Berbagi” di Fellowship of KONAKITO, Tapak Paderi Bengkulu.  Terdapat satu lukisan yang dibuat on the spot dan langsung dilelang pada malam puncak kegiatan lelang karya.

Rangkaian kegiatan “Bengkulu Berbagi” ini adalah perjalanan singkat juga panjang. Tentu saja ia boleh selesai sesuai rencana, tapi tidak boleh usai begitu saja. Seperti kata Ahmad Sarjoni dalam catatan kurasinya : “Kupasan Estetika, etika, dan logika yang tertanam dalam diri manusia tumbuh membelukar dari perjalanan waktu yang bergulir hingga terjalin dalam talian yang sama kuat”.

Untuk itu, peristiwa kesenian harus terus berlangsung tanpa perlu ada fenomena. Ia harus terekam di pikiran dan nadir, agar terus terasa. (Rilis/KSJM)

Lukisan karya M Affif. (Foto : Affif)

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *