Bupati Dikritik Soal Penempatan ASN Tidak The Right Man on The Right Job

0
53
Paripurna DPRD BU dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum 7 Fraksi, Jumat (20/4/2018), diwarnai kritikan oleh Legislatif yang mengkritik kinerja Eksekutif terkait penempatan ASN yang tidak profesional dan proporsional. [Foto : Firdaus/RedAksiBengkulu]

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Paripurna DPRD Bengkulu Utara dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum 7 Fraksi atas 2 Raperda yang sudah diajukan Eksekutif, Jumat (20/4/2018), diwarnai kritikan oleh Legislatif yang mengkritik kinerja Eksekutif terkait target strategis dan program kerja. Termasuk kebijakan penyelenggara pemerintahan yang dinilai masih belum optimal.

Salah satu kritikan itu disampaikan oleh Juru Bicara Fraksi NasDem, Slamet Waluyo Sucipto. Ia mengatakan, sudah separuh periode masa kepemimpinan Mian – Arie selaku Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Utara namun prestasi dan kinerja terkesan jalan di tempat. Slamet juga menegaskan bahwa saat ini bukan lagi bicara soal politik, namun sudah harus menilai dan mencermati prestasi dan kinerja bawahan.

“Tempatkanlah pegawai (Aparatur Sipil Negara/ASN) secara proporsional dengan memungsikan Baperjakat secara optimal. Kesannya Eksekutif kini masih berkutat di ranah politik yang membahas like or dislike”, kata Slamet.

Dalam menempatkan pegawai di instansi, lanjutnya, kepala daerah dinilai tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Sejatinya penempatan sumber daya manusia (SDM) pegawai dengan cara mengacu pada azas kesenioran, kepatutan, ketaatan dan sesuai kebutuhan, namun faktanya masih banyak penempatan pegawai hanya berdasarkan suka atau tidak suka.

“Tempatkanlah pegawai sesuai dengan kemampuan, profesional agar sesuai dengan bidang yang dibutuhkan sehingga roda pemerintahan berjalan lebih baik. Bukan malah dengan cara kedekatan atau suka tapi tidak sesuai antara pegawai dengan bidang kerjanya”, demikian Slamet.

 

Laporan : Firdaus

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here