Demi Pantai Bengkulu, Pemuda Ini Membibit dan Tanam 20.000 Mangrove Sendirian

Laporan : Calon Jurnalis 3

Ilustrasi Mangrove (Foto : ocean.si.edu/net)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Tidak banyak orang yang berfikiran memiliki kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, pun menjaganya. Namun, tidak bagi pemuda asal Kota Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Dia adalah Arif Budiman AR, yang berdomisili di Gang Rambutan RT 21 RW 04 Nomor 17 Bumi Ayu Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu.

Diusianya kini 29 tahun, pemuda ini memiliki nawaitu untuk menghijaukan Pantai Bengkulu. Arif Budiman membibit Bakau (Mangrove) dan jumlahnya pun tidak sedikit, yakni sebanyak 20 ribu batang Mangrove. Mangrove itu nantinya akan ditanam di sepanjang pesisir Pantai Bengkulu.

Arif, begitu panggilan akrabnya menjelaskan, keinginan ia untuk menghijaukan Pantai Bengkulu ini bermula ketika ia melihat di banyak titik di sepanjang Pantai Bengkulu, telah abrasi. Bahkan banyak abrasi pantai yang terjadi sudah sangat memperihatinkan. Seperti contoh di Pantai Lentera Merah dan Pantai Sungai Hitam di kawasan depan Universitas Bengkulu (Unib, depan) Bengkulu.

Atas dasar itulah ia berniat untuk berkontribusi supaya Pantai Bengkulu tetap lestari dan terhindar dari abrasi pantai. Selain melihat fakta lingkungan pantai, kesadaran Arif juga terpicu dari ayat-ayat suci Al-qur’an serta Hadits-hadits nabi tentang perintah untuk merawat, menjaga atau melestarikan alam dan lingkungan.

Seperti yang dijelaskan pada Surah Asy-Syu’ara, ayat 7-8, “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuhan-tumbuhan yang baik? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak Beriman”.

“Awalnya saya cuma berfikir soal kegiatan sosial yang bisa saya lakukan untuk lingkungan dengan keterbatasan yang ada dan bisa saya lakukan. Akhirnya saya pilih untuk menanam mangrove. Intinya, ini saya lakukan hanya untuk beramal. Karena kalau mau berbagi dalam bentuk uang belum punya dan mudah-mudahan tanaman itu bisa bermanfaat”, kata Arif.

Pemuda yang diketahui bahwa saat ini ia juga sedang menempuh pendidikan Strata 2 (S2) Jurusan Hukum Islam, Fakultas Hukum Islam di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu ini, ternyata sudah mulai membibit Mangrove secara mandiri sejak 2016 dan sampai sekarang. Sekarang, bibit Mangrove yang sudah tumbuh dengan jumlah daun 8 helai itu ada sekitar 400-an batang. Sedang bibit yang siap tanam ada 1.000-an batang. Sebelumnya juga sudah ada sekitar 600-an batang.

Selain Mangrove, ada juga tanaman lain yang dibibit namun tidak mendominasi. Yakni Ketaping, yang baru sekitar 30 batang. Ada juga bibit Jambu Jamaica yang sudah disebar untuk ditanam sekitar 500-an batang.

“Bibit-bibit pohon itu sudah saya tanam di Pantai Lentera Merah, Tempat Pemakaman Umum (TPU) atau kuburan. SD (Sekolah Dasar) di Taba Lagan Kabupaten Bengkulu Tengah, serta di banyak tempat lainnya”, papar Arif, Jum’at (31/3/2017) di kediamannya.

Arif menambahkan, awalnya pembibitan yang dilakukannya itu terhambat dengan keterbatasan polibek dan tanah untuk tanaman. Namun, dengan sumbangsih dan dukungan keluarganya, ia bersyukur saat ini bisa teratasi.

“Alhamdulillaah, sekarang sudah tidak begitu berat apa yang saya kerjakan ini, karena dibantu keluarga. Untuk bibit Mangrove sendiri saya cari dan ambil di sekitar kawasan Pantai Lentera Merah Pulau Baai Bengkulu,” sambungnya.

Arif berharap apa yang menjadi niatannya itu bisa terwujud dan direalisasikannya meski lebih dominan berjuang sendiri. Anak pasangan Nirmawati dan Muhammad Anwar ini menargetkan, 20.000 bibit Mangrove itu akan dipenuhinya dan ditanam hingga penghujung 2017 kelak.

“Insyaallaah kalau tidak ada hambatan, akhir tahun ini bisa terpenuhi dan ditanam”, demikian Arif.

Comments

comments

Facebooktwittermail

Satu tanggapan untuk “Demi Pantai Bengkulu, Pemuda Ini Membibit dan Tanam 20.000 Mangrove Sendirian

  • April 9, 2017 pada 22:45
    Permalink

    Mantab mz Arif.
    Lanjutkan perjuangan ini utk Beramal lingkungan sekitar.
    Mudah mudahan mulai tumbuh semangat dari kawan kawan Pecinta Alam/lingkungan yang lain.
    Sukses !

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *