Di Sekolah Ini, Murid Kelas 1 Bawa Kursi Sendiri Dari Rumah ke Sekolah

0
46
Kondisi ruang Kelas 1 SDN 13 Bengkulu Utara terlihat kursi plastik yang dibawa oleh wali murid. [Foto : ist]

 RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU UTARA – Di Kecamatan Kota Argamakmur Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, ada SD yang diduga mewajibkan wali murid membawa meubeler meja kursi belajar sendiri. Itu jika anaknya ingin bersekolah tersebut. Sekolah itu adalah SD Negeri 13.

Informasi ini diakui salah seorang orang tua murid yang baru masuk Tahun Ajaran 2018/2019. Narasumber yang mohon identitasnya disamarkan itu mengaku, ada sekitar 30 murid yang diwajibkan membawa meubeler sendiri.

“Mau tidak mau terpaksa kami mengikuti apa yang diwajibkan oleh pihak sekolah”, aku nara sumber.

SDN 13 Bengkulu Utara [Foto : ist]
Disinggung apa alasan pihak sekolah meminta wali murid membeli meja kursi sendiri, ia menjelaskan, alasan pihak sekolah menyatakan bahwa meubeler yang lama sudah rusak. Sehingga jika meja kursi yang lama ingin digunakan oleh murid baru, meja kursi itu sudah tidak layak.

 

“Katanya (pihak sekolah) sih, bangku yang lama sudah tidak layak lagi digunakan. Ada beberapa ruang kelas yang akan ditempati murid baru tapi tidak ada meja kursinya”, sambungnya.

Baca Juga :
Hmmm…Pengadaan Meubeler Sekolah Ini Pelaksananya Diduga Seorang …
Proyek Pengadaan Meubeler, Kepala Dinas Pendidikan BU Diperiksa Polisi

Sementara itu, Kepala SD Negeri 13 R Sapti Rahayu ketika dikonfirmasi membantah jika pihaknya mewajibkan membeli meubeler meja kursi sekolah. Sapti menuturkan, bahwa pihaknya tidak mewajibkan. Namun jika ingin anaknya belajar dengan layak, wali murid diimbau membawa meja kursi sendiri dari rumah.

“Ini atas dasar kesepakatan rapat wali murid dan komite sekolah. Soalnya meja kursi di sekolah kami ini sudah tidak layak digunakan lagi. Yang perlu digaris bawahi, ini bukan diwajibkan tapi keinginan dan kesepakatan bersama wali murid dan komite sekolah”, paparnya.

Kepala SDN 13 Bengkulu Utara, Sapti Rahayu. [Foto : ist]
Ditambahkan Sapti, untuk kelas I memang kekurangan meja kursi belajar dan yang paling banyak kurang adalah kursi. Pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan komite dan wali murid untuk mencari solusi. Dari hasil rapat, disepakatilah jika wali murid menyanggupi membawa kursi untuk digunakan anak-anaknya di sekolah ini. Sekolah juga sudah berkoordinasi dengan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Dinas Pendidikan Bengkulu Utara. Pihak dinas pun sudah mengizinkan namun dengan catatan tanpa paksaan.

 

Sebagai kepala sekolah, lanjut Sapti, ia sudah ajukan proposal ke Dinas Pendidikan untuk pengadaan meubeler. Namun jawaban yang didapatkan pihaknya, meski disetujui proposal tersebut, akan tetapi tidak semuanya direalisasikan. Itu pun informasinya akan direalisasikan pada Perubahan APBD (P-APBD) 2018 kelak.

“Dari 2 unit yang kami minta, cuma 1 unit yang kami dapat. Itu kami maklumi karena pihak dinas kan bukan cuma mengurus sekolah kami”, sambungnya.

Untuk merehab bangku yang sudah rusak, tambahnya lagi, pihaknya tidak memiliki anggaran dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pasalnya, Dana BOS yang ada saat ini sudah dialokasikan sesuai kebutuhan yang ada. Ditambah lagi, akan ada perayaan HUT Kemerdekaan Republik  Indonesia (RI), dan tentunya akan ada dana yang dialokasikan dari Dana BOS untuk kegiatan tersebut.

“Kami sudah berusaha untuk mengalokasikan rehab meja kursi dari Dana BOS. Tapi itu harus menunggu dari Rencana Kegiatan Anggaran (RKA). Yang mana pencairannya baru bisa di akhir Desember kelak,” imbuhnya.

Pantauan RedAksiBengkulu.co.id, terlihat kursi plastik di ruang kelas I. Yang mana kursi plastik tersebut dibawa oleh masing-masing wali murid. Meski dari kondisi ini masih ada wali murid yang merasa keberatan membawa kursi, namun pihak sekolah masih meminjamkan kursi plastik aset sekolah kepada murid yang belum ada kursi.

 

Laporan : Firdaus

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.