Fasilitas Kotak Sampah dari Pemerintah “Kurang Jelas” Tulisan di Kotak Sampahnya ?

0
289
Tumpukan sampah di Simpang Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang Lebong - Bengkulu. Foto diambil pukul 11.00 WIB, Kamis (15/83/2018). [Foto : Muhammad Rizal/RedAksiBengkulu]

Tumpukan sampah di Simpang Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang Lebong – Bengkulu. Foto diambil pukul 11.00 WIB, Kamis (15/83/2018). [Foto : Muhammad Rizal/RedAksiBengkulu]
RedAksiBengkulu.co.id, REJANG LEBONG – Masyarakat Kabupaten Rejang Lebong (RL) sepertinya masih belum memahami arti pentingnya kebersihan. Ironinya, meski sudah ada tulisan membuang sampah di tempat semestinya, faktanya masih saja sampahnya tidak di buang di tempat sampah dan dibiarkan berserakan di jalanan.

Pantauan RedAksiBengkulu.co.id, Kamis (08/3/2018) siang tadi, ada tumpukan sampah di Simpang Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.  Lucunya, di titik tumpukan sampah itu, sampah-sampahnya berserakan di luar dan bukan di tempat semestinya di dalam tempat/kotak sampah.

Padahal di titik itu ada kotak sampah berwarna biru, kuning dan merah. Pun sudah ada label atau tulisan jenis-jenis sampahnya. Pada Kotak Biru berukuran sekitar tinggi 1 meter, lebar 1 meter dan panjang 1 meter bertulisan SAMPAH ORGANIK. Kotak Kuning berukuran separuh lebih kecil dari Kotak Biru bertulisan SAMPAH B3. Sedangkan Kotak Merah sama ukurannya dengan Kotak Kuning bertulisan SAMPAH NON ORGANIK.  Semua kotak sampah juga sudah menjelaskan secara tertulis jenis-jenis sampahnya, supaya warga yang membuang sampah tidak keliru dalam memasukan sampah ke kotak.

Sampah yang berserakan di luar kotak sampah itu kebanyakan terbungkus kantong plastik/asoy/kresek. Ada juga yang dari karung plastik. Sepertinya juga, kebanyakan sampah itu berasal dari sampah rumah tangga. Itu artinya, kemungkinan antara sampah organik dan non organik bahkan sampah yang mengandung limbah B3, semuanya bercampur.

Jika setiap titik kotak sampah yang tersebar di Kota Curup dan sekitarnya kondisinya seperti itu, yang jadi pertanyaan, perlukan kotak sampah tersebut ? Atau adakah pola atau cara yang lebih baik lagi supaya sampah-sampah itu tidak berserakan di luar kotak sampah ?

Karena dampak yang tidak baik lagi jika sampah berserakan di luar kotak sampah, seringkali sampah-sampah itu dikais-kasi ternak. Seperti ayam, anjing, kucing dan lainnya. Lalat pun lebih banyak menggerumuni jika sampah-sampah itu berserakan di luar. Selain kaisan hewan, jika hujan dan sampah itu belum diangkut oleh petugas sampah untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah,  maka sampah itu akan hanyut bahkan terbawa hingga ke sungai.

Sementara jika hujan deras dan sering berdampak banjir di pemukiman rumah warga. Salah satu penyebabnya seringkali disebabkan oleh sampah yang menumpuk di saluran pembuangan air (drainase), bahkan tidak menutup kemungkinan di sungai-sungai.

Untuk itu, mulai sekarang mari sama-sama perbaiki pola hidup bersih dan lebih disadarkan lagi tentang kepedulian terhadap sampah. Tidak butuh pengorbanan yang luar biasa untuk memulai hidup bersih dan sadar sampah. Cukup dimulai dengan berperilaku buanglah sampah pada tempatnya. Simpel, bukan ?

 

Laporan : Muhammad Rizal

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.