Hmmm… Ada Teller Bank Cantik Jadi Saksi Sidang Kasus OTT KPK Oknum Jaksa Kejati Bengkulu

Saksi-saksi yang dihadirkan dalam sidang korupsi oknum Jaksa Parlin Purba yang tertangkap OTT KPK. (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI, Selasa (29/8/2017) pagi menghadirkan 4 saksi pada sidang lanjutan perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK dengan terdakwa, Amin Anwari dan Murni Suhardi.

Dua diantara saksi tersebut adalah, mantan Kasi III Intel Kejati Bengkulu Parlin Purba dan mantan Asintel Edi Sumarno. Dua saksi lainnya adalah staf terdakwa Murni Suhardi, atas nama M Nur Maulik dan Teller di BRI Cabang Bengkulu, Meiyanti.

Dalam keterangannya, saksi Meiyanti mengatakan, ia tiidak mengenali kedua terdakwa dalam kasus tersebut. Lalu, saksi membenarkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi, bahwa adanya penarikan uang di BRI Cabang Bengkulu tanggal 8 Juni 2017 di Rekening BRI Simpedes Nomor 0115, atas nama M Nur Maulik.

“Benar, siang hari sekitar pukul 12.00 WIB lewat ada penarikan uang Rp 100 juta dengan pecahan uang ratusan ribu. Lalu, ada lagi transaksi pada 7 Juni 2017 sebesar Rp 85 juta. Namun, teller-nya bukan saya,” aku Meiyanti berparas putih, cantik dan ayu itu di Pengadilan Tipikor Bengkulu.

Kemudian, saksi M Nur Maulik menjelaskan, ia mulai bekerja pada terdakwa Murni Suhardi sejak 2012 sebagai pengurus Spare part alat berat dan material. Saksi juga membenarkan tentang penarikan uang tersebut dan itu atas perintah Murni selaku atasan.

“Perintahnya begini pak, tolong tarik uang Rp 85 juta untuk bayar spare part alat berat. Uang itu dari Pak Murni ditransfer ke rekening saya,” jelasnya kepada majelis hakim.

Lalu saksi Parlin Purba yang juga sebagai tersangka dalam kasus ini juga memberikan keterangannya di hadapan majelis hakim. Parlin membenarkan ia tertangkap oleh Penyidik KPK pada 8 Juni sekitar pukul 22.30 WIB di The View Resto kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu.

“Ada barang bukti (BB) sebesar Rp 10 juta dan sudah saya kembalikan. Saya terima uang itu dari Pak Amin. Penyerahan uang itu sekitar pukul 19.30 WIB di dalam resto saat akan makan. Saya disodorkan amplop ke saku sebelah kanan saya oleh Pak Amin. Saat itu, kami sedang ada acara khusus internal pisah sambut pimpinan kami (Kajati Bengkulu Sendjun Manulang),” paparnya.

Dilanjutkannya, ia kenal dengan terdakwa Amin itu sejak awal 2017.

“Kalau Pak Murni, saya baru kenal sekitar 1-2 hari sebelum OTT,” aku Parlin.

Sementara itu, menurut  kesaksian mantan Asintel Kejati Bengkulu, Edi Sumarno, ia membantah menerima uang dari kedua terdakwa senilai Rp 50 juta.

“Tidak pak, saya tidak pernah menerima,” akunya di hadapan majelis hakim.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *