Sidang Kasus OTT Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti
Ini Dasar KPK Menetapkan Gubernur Bengkulu Non Aktif Ridwan Mukti Terlibat Suap

0
70
Terdakwa Ridwan Mukti dan istrinya Lily Martiani Maddari. (Foto : ist)
JPU KPK, Haerudin. (Foto : ist)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Haerudin menegaskan, yang menjadi dasar keyakinan terlibatnya Ridwan Mukti dalam dugaan suap adalah, tidak bisa dipungkiri uang sudah ada dan yang menerima uang adalah Lily Martiani Maddari selaku isteri Gubernur Bengkulu non aktif, Ridwan Mukti.

“Pertama, yang tidak bisa dipungkiri uang sudah ada (Barang Bukti Rp 1 miliar). Kedua, yang menerima siapa? Tahu sendiri yang menerima uang adalah Lily Martiani Maddari selaku isteri Ridwan Mukti. Kami cari hubungannya dengan penyelenggara negara, ada tidak? Fakta isterinya bertindak sendiri atau sepengetahuan suaminya akan kami ungkap di persidangan,” kata Haerudin di Pengadilan Tipikor Bengkulu.

 

Berita Terkait :

Pengacara Ridwan Mukti Sebut Rico Dian Sari Adalah Pelaku Utama
Rico Dian Sari Ajukan Diri Menjadi Justice Collaborator
Penyuap Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti Dituntut 4 Tahun Penjara Denda Rp 200 Juta
Justice Collaborator Perlu Dibuktikan, JPU KPK : Rico Dian Sari Bukan Pelaku Utama

 

Ditambahkannya, jangan lupa juga untuk pelaku tindak pidana itu bukan hanya satu orang. Ada keturutsertaan menjadi sempurnanya suatu pidana akibat ada peran orang lain. Dan itu namanya keturutsertaan dan akan diungkap di persidangan. Karena di surat dakwaan jelas termaktub pada junto Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Kemudian, terkait barang bukti uang yang diterima, bahwa uang itu bisa diterima tidak hanya oleh pelaku yang bersangkutan alias bisa melalui perantara. Yang jelas, untuk dan atas nama kepentingan penerima.

“Contohnya sudah banyak termasuk di Jakarta. Bahkan sekarang cenderung antara pemberi dan penerima tidak kontak secara langsung, namun mereka menggunakan pihak lain untuk saling berhubungan. Apalagi sekarang pemberian lebih canggih lagi menggunakan ATM”, tutupnya.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here