Ini Jumlah Stok Beras Untuk 3 Kabupaten di Provinsi Bengkulu Dan Harga Di Pasaran

0
152
Pedagang Beras di Pasar Atas Curup Rejang Lebong. (Foto: M.AntoniRedAksiBengkulu)
Gudang Beras Sub Divre Rejang lebong(Foto: M.Antoni/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, REJANG LEBONG – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu Ahmad Rifai mengklaim, bahwa ketersedian beras di pasaran lokal masih aman. Namun naiknya harga beras ia menduga karena adanya permainan para spekulan beras.

“Kebutuhan beras kita hingga saat ini mencukupi. Kemungkinan ada spekulan-spekulan pasar yang menyebabkan harga beras melonjak”, ujar Ahmad Rifai.

Ditambahkan dia, kenaikan harga beras tersebut diduga ada oknum-oknum yang menimbun dengan harapan bisa menaikan harga beras nantinya. Namun untuk menindaklanjuti hal tersebut pihaknya akan turun ke lapangan guna memantau harga beras di pasaran.

“Kami sedang membentuk tim yang terdiri dari pihak Bulog Sub Divre Rejang Lebong dan Dinas Perdagangan Rejang Lebong”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Administrasi dan Keuangan Bulog Sub Divre Rejang Lebong Nur Mulyanti Syahroni mengatakan, sampai saat ini ketersedian beras di Rejang Lebong masih posisi aman untuk tiga bulan ke depan.

“Stok beras yang ada di gudang Bulog saat ini 2.308 ton. Itu bisa untuk memenuhi kebutuhan tiga kabupaten, Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang”, kata Nur. 

Diterangkannya juga, stok di Gudang Bulog kini mencapai 408 ton. Sedangkan yang dalam perjalanan mencapai 1.899,9 ton. Beras-beras itu merupakan stok beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang mana akan digunakan untuk program Operasi Pasar Beras Cadangan Pemerintah (OPBCP).

“Beras stok itu jenisnya beras medium yang nantinya akan didistribusikan melalui distributor maupun pedagang beras di 3 kabupaten. Harga jualnya sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi). Di tingkat distributor Rp 8.100 per kilogramnya, dan di tingkat masyarakat/konsumen HET nya mencapai Rp 9.850 per kilogram”, terangnya.

Lebih lanjut Nur Mulyanti menjelaskan, terhitung hingga 16 Januari 2018 pihaknya telah mendiatribusikan beras melalui OPBCP sebanyak 52,5 ton dengan pembagian 33,5 ton untuk Rejang Lebong dan 19 ton untuk Kepahiang. Sedangkan untuk Lebong saat ini belum ada permintaan

“Karena beras ini kan kami keluarkan jika ada permintaan dari pemerintah daerah setempat. Kalau sudah ada permintaan nantinya maka kami juga akan mengalokasinya ke Lebong,” paparnya.

Belum adanya permintaan CBP dari Lebong sendiri diduga karena mungkin saat ini Lebong masih memiliki cadangan beras lokal. Mengingat Lebong merupakan daerah sentra penghasil beras.

Pantauan RedAksiBengkulu.co.id di Pasar Atas Curup Rejang Lebong, bahwa sejak dua pekan ini harga beras mengalami kenaikan. Baik beras lokal maupun kemasan. Harga beras saat ini mencapai Rp 17.500 per cupak (6 canting atau 1,5 liter) dari sebelumnya seharga Rp 15.000 per cupak. Sedang harga beras kemasan untuk kemasan per 10 kg mencapai Rp 127.000 per kemasan dari harga sebelumnya Rp 105.000 per kemasan.

Dituturkan Neneng, pedagang pasar setempat mengklaim, lonjakan harga ini terjadi dikarenakan beberapa daerah penghasil beras memasuki masa tanam, sehingga stok beras menjadi kurang.

“Setiap awal tahun kadang stok beras selalu kurang.  Karena beberapa kabupaten (penghasil beras) baru masuk masa tanam”, kata Neneng.

Dari pengakuan konsumen pun juga demikian. Sari, warga Kelurahan Durian Depun Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang mengaku, jika selama ini ia beli beras per kaleng (10 cupak) paling tinggi seharga Rp 160.000, namun tidak untuk pembelian kali ini.

“Beras yang kami beli sekarang Rp 180.000 per kaleng. Kami biasanya konsumsi beras lokal. Lebih aman dan rendah risiko”, singkat ibu 2 anak ini.

Terpisah, dituturkan Jaya warga Lebong, harga beras di daerahnya masih stabil yakni Rp 15.000/cupak. Di daerahnya, kebanyakan masyarakat mengkonsumsi beras lokal.

“Kami di sini beras lokal. Jarang yang konsumsi beras dari luar”, demikian Jaya.  

 

 

Laporan : Muhamad Antoni

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.