Ini Skenario Mantan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti Dalam Menentukan Pemenang Proyek

JPU KPK dalam persidangan Kasus Mantan Gubernur Non Aktif Ridwan Mukti (Foto : Julio Rinaldi/RedAksiBengkulu)

RedAksiBengkulu.co.id, BENGKULU – Terungkap dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI, bahwa tersangka yang juga Gubernur Bengkulu Non Aktif, Ridwan Mukti (RM) yang ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) sempat bertemu para pemenang lelang di Jakarta terkait proyek di Dinas PUPR Provinsi Bengkulu.

Diuraikan Tim JPU, pada 30 Mei 2017 bertempat di Rumah Ridwan Mukti Jalan Hibrida 15 Nomor 59 Bengkulu, RM memanggil Kuntadi (Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu), Taufiq Adun (Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Bengkulu), Ali Sadikin (Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bengkulu), Syaifuddin Firman (Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Bengkulu) dan Ahmad Saihoni Anwar (Kassubag Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan Dinas PUPR Provinsi Bengkulu).

Pada kesempatan itu, Ridwan Mukti menanyakan paket pekerjaan di Dinas PUPR Provinsi Bengkulu yang sudah dilelang dan yang belum dilelang, serta siapa saja pemenangnya.

“Setelah mendapatkan penjelasan dari Kuntadi, Ridwan Mukti merasa tidak puas karena beberapa pemenang lelang tidak dikenalnya. Ridwan Mukti pun memerintahkan Kuntadi dan Syaifuddin Firman agar para pemenang lelang segera menemuinya di Jakarta”, ungkapnya, Selasa (5/9/2017) di Pengadilan Tipikor Bengkulu.

Selain itu, Ridwan Mukti juga menyampaikan jika para pemenang lelang tidak menemui dirinya maka bisa saja kontrak dibatalkannya. Atas perintah Ridwan Mukti tersebut, lanjut Tim JPU KPK, Kuntadi meminta kepada Syaifuddin agar tidak memberitahukan kepada para pemenang lelang untuk menemui Ridwan Mukti di Jakarta, karena dikhawatirkan Ridwan Mukti akan membatalkan pemenang lelang dan menggantikan dengan rekanan pilihannya.

Kemudian, pada 31 Mei 2017, Lily Martiani Maddari mendampingi Ridwan Mukti ke Jakarta lalu memerintahkan kepada Rico Maddari agar menghubungi rekanan pemenang proyek Dinas PUPR Provinsi Bengkulu untuk menghadap Ridwan Mukti di Jakarta.

Atas perintah itu, Rico Maddari menelpon Rico Dian Sari (RDS) dan Kuntadi untuk menyampaikan agar Rico Dian Sari dan rekanan pemenang lelang segera menemui Ridwan Mukti di Jakarta pada 1 Juni 2017.

Di tanggal yang sama, yakni 1 Juni 2017, dilaksanakan penandatanganan kontrak beberapa proyek di Dinas PUPR Provinsi Bengkulu. Rekanan yang hadir antara lain, terdakwa Rico Dian Sari, Ahmad Irfansyah dan Hariyanto alias Lolak.

“Pada kesempatan itu, Kuntadi menyampaikan agar mereka menghadap Ridwan Mukti di Jakarta”, terangnya.

Menindaklanjuti perintah Ridwan Mukti, pada 1 Juni 2017 malam, di Coffee Shop Hotel Mulia Jakarta dilakukan pertemuan antara Ridwan Mukti dengan Rico Maddari, Rico Dian Sari, Teza Arizal dan Rahmani Saifullah. Sedangkan, terdakwa Jhoni Wijaya, Ahmad Irfansyah dan Hariyanto alias Lolak tidak hadir. Karena itu, dalam pertemuan tersebut Ridwan Mukti menyatakan penyesalannya karena tidak semua pemenang lelang datang.

“Padahal ia ingin berkenalan dengan para rekanan yang mendapatkan pekerjaan di Provinsi Bengkulu,” demikian papar tim JPU KPK.

 

 

 

 

 

 

Laporan : Julio Rinaldi
Editor : Aji Asmuni

Comments

comments

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *